batampos.co.id – Aktivitas tambang pasir di sekitar Dam Tembesi, Sagulung diduga masih terus berlanjut. Truk pengangkut pasir masih keluar masuk ke lokasi tambang pasir yang sudah ditertibkan oleh Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rabu (14/3/2018) lalu itu.
Pantauan Batam Pos di lapangan Kamis (15/3), truk-truk yang hilir mudik di sekitar lokasi tambang pasir itu umumnya mengangkut pasir yang masih dalam kondisi basah. Saat melintasi jalan utama Trans Barelang truk-truk itu mengelurkan air di sepanjang jalan. Warga sekitarpun mengakui jika penertiban sebelumnya belum berdampak apapun terhadap aktifitas tambang pasir itu.
“Masih, truk-truk (pengangkut pasir) masih keluar masuk. Mereka masih muat pasir kok,” ujar Hanif, warga di depan perumahan Medio Raya, Tembesi, kemarin.
Masih berlanjutnya aktifitas penambangan pasir itu diakui warga karena penertiban yang dilakukan Ditpam BP Batam sebelumnya belum merata. Penertiban sebelumnya hanya dua titik saja, sementara di sekitar dam itu ada banyak lokasi tambang pasir.
“Ada sekitar sebelas tambang (pasir) di dalam ini. Mungkin yang masih berkatifitas ini tambang-tambang yang belum ditertibkan sebelumnya,” tutur Hanif lagi.
Senada disampaikan warga perumahan Cipta Asri mengaku hilir mudik truk pengangkut tanah masih berlanjut.
“Mulai pagi tadi (kemarin) masih ada kok (truk)yang keluar masuk ke dalam (lokasi tambang pasir). Cuman tak tahu pasti dari tambang yang mana,” ujar Asrul, seorang warga.
Batam Pos yang coba kembali memantau aktifitas di lokasi tambang pasir memang melihat sejumlah truk pengangkut pasir hilir mudik di sekitar jalan Trans Barelang, Tembesi. Namun demikian belum bisa pastikan apakah truk itu mengangkut pasir dari dalam lokasi tambang. Itu karena jalan masuk ke lokasi tambang pasir telah dijaga ketat oleh sekelompok orang yang diduga pelaku penambang pasir di sana.
“Yang bukan pekerja tak boleh masuk,” ujar seorang pria yang berjaga di simpang masuk ke lokasi tambang pasir itu. (eja)
