M Yos, 36, penjual daging sapi beku di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, memotong daging, Senin (19/3). Harga daging beku saat ini mengalami kenaikan sampai Rp 84.000. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kenaikan harga daging sapi beku berdampak pada turunnya penjualan. Hal itu diungkapkan oleh Jhoni, penjual daging sapi beku di Pasar Fanindo, Batuaji, Senin (19/3).

“Pembeli sepi akibat daging naik,” keluh Jhoni.

Dikatakan Jhoni harga daging telah naik sejak beberapa hari belakangan. Dari semula harga Rp 80 ribu per kilo gram naik menjadi Rp 85 ribu. “Setengah hari ini baru satu kilo yang terjual,” ujar Jhoni.

Dia mengatakan sebelum harga daging naik, ia biasa menjual hingga 10 kilo dalam sehari. “Seminggu belakangan ini penjualan mulai turun,” katanya.

Menurut dia kenaikan harga daging ditengarai oleh pasokan daging dari gudang ke agen berkurang. Karena persediaan daging yang kurang pihak agen terpaksa menaikkan harga kepada penjual. “Dengar-dengarnya seperti. Makanya harganya naik,” jelasnya.

Kenaikan harga daging ini juga dikeluhkan penjual daging sapi lainnya. Suryanto, misalnya yang mengeluhkan kenaikan harga daging sapi. “Sudah mulai naik semua. Pembeli jadi sepi,” kata penjual daging di pasar SP Plaza ini.

Suryanto mengatakan tidak tahu pasti kenapa harga daging bisa naik. Namun dia menduga karena pasokan daging yang mulai berkurang.

“Iya, soalnya biasa saya dapat 10 kilo tapi sekarang jatahnya hanya 5 kilo saja dari agen,”katanya. Meski demikian, pasokan daging untuk para pedagang di SP Plaza tetap lancar. (une)

Advertisement
loading...