
batampos.co.id – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP-Balitbangtan) Kepri sudah menuangkan kawasan-kawasan pertanian strategis di tujuh kabupaten/kota di Kepri ke dalam peta kesesuaian lahan. Sosialisasi dan lauching Peta Kesuaian Lahan di Kepri digelar di Ruang Rapat Badan Perencanaan. Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kepri, Kamis (22/3).
“Peta penyesuaian lahan dan arahan komoditas pertanian dengan skala 1:50.000 dirancang khusus bagi lima kabupaten dan dua kota di Kepri,” ujar, Kepala BPTP-Balitbang Kepri, Mizu Istianto disela-sela kegiatan, kemarin.
Dijelaskannya, dengan adanya peta ini, bisa diketahui secara detail, tentang sumber daya lahan yang dimiliki Pemprov Kepri. Bahkan dari hasil riset yang dilakukan di dalam peta tersebut juga menjabarkan potensi-potensi pertanian apa saja disetiap daerah.
“Kita sudah gambarkan potensi pertanian di setiap daerah. Semoga terobosan yang kita buat ini bermanfaat bagi daerah,” papar Mizu.
Sementara itu, Kepala Barenlitbang Kepri, Naharuddin yang menjadi fasilitator kegiatan tersebut mengatakan, peta penyesuaian sumber daya lahan ini, keberadaanya sangat penting. Bahkan bisa menjadi rujukan bagi kepentingan investasi di bidang pertanian.
“Jika ada investor yang ingin berinvestasi pertanian di Kepri, tinggal memilih pertanian apa,” ujar Naharuddin.
Menurut Naharuddin, didalam peta tersebut telah menjabarkan secara detail prospek pertanian disetiap daerah. Baik itu dari kecamatan sampai ketingkat desa. Karena petugas BPTP-Balitbangtan Kepri sudah tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri.
“Kita sudah pasti sangat terbantu dengan adanya peta ini. Karena bisa menjadi pegangan untuk menawarkan investasi bidang pertanian,” paparnya.
Pria yang pernah duduk sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri tersebut menjelaskan, Peta Kesesuaian Lahan Komoditas Terpilih ini menyajikan informasi berupa identifikasi dan evaluasi tingkat kesesuaian lahan dengan beberapa jenis komoditas pilihan seperti cabai, karet, kakao, tebu, jagung, dan padi.
Pembuatan peta ini juga langkah sinergi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang disusun Pemprov Kepri. “Informasi dalam peta ini juga bisa dipakai sebagai dasar dalam menentukan teknologi, strategi dan arahan pengembangan berbagai komoditas di setiap daerah,” jelas Mantan Kadishub Kepri tersebut.(jpg)
