Iklan

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir mengatakan persiapan Ujian Nasional (UN) 2018 di Kepri sudah matang. Bahkan proses penyebaran soal UN bagi daerah-daerah terdepan di Natuna dan Anambas sedang berlangsung.

“Belum semua daerah di Kepri bisa menerapkan UN berbasis komputer,” ujar Arifin Nasir menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (23/3).

Arifin yang mengaku saat ini sedang berada di Natuna untuk memantau persiapan UN. Menurut Arifin, tahun ini tetap menggunaan dua format UN. Pertama adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sedangkan yang kedua adalah Ujian Nasional Kerta Pensil (UNKP).

“UNKP ini berlaku bagi daerah-daerah yang belum tersentuh jaringan informasi teknologi,” papar Arifin.

Dijelaskannya, kebijakan UNKP tentunya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Salah satunya adalah persoalan rentang kendali. Seperti yang terjadi di Natuna dan Anambas. Meskipun ada sekolah yang menggelar UNBK, tetap tidak bisa menumpang.

“Daerah-daerah terdepan, penyebaran soal UN kita prioritaskan,” tegas Arifin.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri tersebut juga mengatakan, secara umum ada 23.201 pelajar SMA/SMK, dan MA di Kepri yang akan menjalani UN. Adapun rinciannya adalah jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 6.067, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 7.858, Bahasa 114, dan Agama 168.

“Khusus untuk SMK dari berbagai jurusan sebanyak 8.994 peserta,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, untuk soal UN di daerah-daerah yang bisa ditempuh perjalan satu hari, akan disebar menjelang pelaksanaan UN. Ia berharap, aktivitas UN di Kepri tahun ini berjalan dengan baik. Selain itu peserta didik juga bisa memberikan yang terbaik bagi nama besar Kepri di tingkat nasional.

“Target kita tentu mendapatkan yang terbaik,” jelasnya lagi.

Ditambahkan Arifin, dari 248 sekolah SMA/SMK dan MA yang akan menggelar UN, 115 sekolah dinyatakan siap untuk menggelar UN secara mandiri. Sedangkan 15 sekolah akan menumpang disekolah-sekolah terdekat yang menggelar UNBK. Sementara itu, ada 118 sekolah akan menggunakan sistem UNKP.

“Untuk menyelaraskan UNBK di Kepri memang membutuhkan waktu. Kendalanya adalah sistem jaringan IT,” tutup Arifin.(jpg)

Advertisement
loading...