
batampos.co.id – Perbaikan dan Pengembangan Masjid Raya Batam (MRB) telah dimasukkan dalam Rencana Kerja (Renja) Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam untuk tahun 2019 mendatang. Tetapi realisasi pengerjaannya akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Yang jelas udah masuk Renja, tergantung kemampuan keuangan nanti (realisasi),” ucap Kepala Dinas Cipta Karya
Ia mengatakan, pertimbangan keuangan tersebut karena tahun depan masih banyak pengerjaan infrastruktur lain yang dinilai harus didahulukan.
“Contoh pembangunan masjid Agung Batuaji, lalu jalan kita masih banyak yang perlu diperlebar,” kata dia.
Namun demikian, lanjut Suhar, kini masjid yang merupakan salah satu ikon Batam tersebut kini sedang dipersiapkan desainnya. Bahkan dalam hal ini Pemko Batam menggandeng arsitektur.
Menurutnya, sembari menunggu perlaihan aset penyiapan desain penataan masjid tersebut tidak menjadi masalah. Ketika ditanya berapa anggaran desainnya, Suhar mengaku tidak hafal.
“Nanti apakah masuk pengerjaan tahun depan depan, yang penting kami siapakan desainnya dulu,” ucap dia.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan, revitalisasi MRB ini tidak mengubah desain arsitektur bangunan utama masjid. Namun, dalam pengerjaan akan dikembangkan mulai dari tempat parkir, taman hingga pembenahan tempat wudhu juga toilet.
“Tempat wudhu akan kami bikin tiga. Toiletnya nanti penempatannnya bukan di samping itu, kami akan tentukan tempatnya,” ujarnya.
Selain itu, ruang lapang di depan masjid akan diperluas. Di lokasi ini dapat dipakai untuk kegiatan keagamaan tanpa harus menggunakan bangunan utama. Agar memberikan suasana nyaman kelak lokasi tersebut akan dibuatkan atap.
“Jadi kalau sudah seperti ini, bangunan utama fungsinya betul-betul buat beribadah,” imbuhnya. (adi)
