
batampos.co.id – Harga daging sapi beku di Batam masih tetap tinggi meski pemerintah telah mewanti-wanti agar tidak menjual diatas harga eceran tertinggi (HET). Alasan penjual bertahan diatas HET karena harga dari distributor yang memang tinggi.
Kenaikan harga daging sapi beku sudah terjadi sejak tiga minggu lalu. Pemko Batam melalui Dinas Perindustrian pun sudah turun mengecek dan membenarkan kenaikan harga. Namun hingga kini harga daging sapi beku tetap bertahan diatas HET.
Seperti di pasar Tos 3000 Jodoh, harga daging sapi beku tetap bertahan diangka Rp 87-90 ribu perkilonya. Amir pedagang daging sapi mengaku harga daging sapi belum turun karena memang tinggi dari distributor.
“Kami belinya memang tinggi, tak mungkin kami jual dibawah modal,” kata Amir, Sabtu (24/3).
Menurut dia, karena tingginya harga banyak warga beralih membeli ayam buras. Hal itu dikarenakan harga daging ayam buras jauh lebih murah yang hanya Rp 30 ribu sekilonya.
“Pembeli lebih sepi. Biasanya dalam sehari saya bisa menjual 100 kilo daging sapi, sekarang paling banyak 60 kilo,” terang Amir.
Amir mengaku tidak takut dengan ancaman pemerintah yang akan mempersulit izin publik jika tetap nekat menjual daging sapi diatas HET. Alasanya, kenaikan harga bukan karena dirinya, namun karena harga yang memang tinggi.
“Kami kan hanya menjual. Kalau mau sanksi yang distributornya yang memang memberi harga tinggi. Kami menjual tak mungkin jauh dari modal,” imbuhnya lagi.
Hal senada dikatakan Anwar pedagang daging sapi beku lainnya di kawasan Jodoh. Menurutnya, harga daging sapi tidak turun, karena memang dari distributor tinggi.
“Harga masih sama dengan minggu lalu Rp 87 ribu perkilo. Belum ada turun,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam akan memberi sanksi tegas kepada pedagang nakal yang menjual komoditi pokok diatas harga eceran tertinggi (HET). Sanksi tegas itu bisa berupa mempersulit izin publik yang nantinya akan diurus para pedagang.(she)
