Rabu, 8 April 2026

Atlet Singapura dan Indonesia Juarai TdB 2018

Berita Terkait

Atlet asal Indonesia, Santia Tri Kusuma menjadi pebalap sepeda tercepat di TdB 2018 Kelas Wanita Kategori Gran Fondo Classic 144 Km saat berada di podium 1, Sabtu (24/3) sore kemarin. F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Atlet balap sepeda Singapura, Gabriel Tan mencatatkan waktu tercepat 3 jam, 37 menit dan 44 detik dalam lomba balap sepeda Tour de Bintan (TdB) 2018 laki laki kategori Gran Fondo Classic 144 kilometer.

Dengan ini, pria bernomor punggung 278 didapuk sebagai juara TdB 2018 dan mendapatkan tiket emas untuk melaju ke ajang lomba balap sepeda Series World Championship di Italia pada Agustus 2018 mendatang.

Pebalap sepeda kedua masuk garis finish dari Republik Ceko bernama Petr Lukosz. Pria bernomor punggung 289 ini mencatatkan waktu 3 jam, 37 menit dan 46 detik. Sedangkan pebalap sepeda di posisi ketiga, dengan catatan waktu 3 jam, 37 menit dan 47 detik diraih oleh Benjamin Farnsworth dari Inggris.

Sementara untuk kategori Gran Fondo Challenge 82 kilometer, dijuarai oleh atlet Jerman, Thomas Schulz dengan catatan waktu 2 jam, 23 menit dan 55 detik.
Posisi kedua diraih oleh Erdiansyah, pria asal Tanjungpinang dengan nomor punggung 1030 ini mencatatkan waktu 2 jam, 25 menit dan 9 detik. Dan posisi ketiga diraih oleh pebalap asal Australia, Rick Pratt dengan mencatatkan waktu 2 jam, 27 menit dan 34 detik.

Kadispar Bintan Luki Zaiman Prawira menyampaikan, lomba balap sepeda TdB 2018 kategori Gran Fondo diikuti atlet wanita dan pria dengan jarak tempuh 144 kilometer.

Dari ajang lomba balap sepeda international itu, pebalap asal Singapura menjuarai lomba TdB 2018 diikuti pebalap asal Republik Ceko dan pebalap dari Inggris.

Sedangkan di kategori Gran Fondo Challange 82 kilometer, atlet Tanjungpinang berhasil mengukir prestasi dengan meraih posisi kedua.

Kemudian untuk kelas wanita berusia 35-39 kategori Grand Fondo Classic 144 kilometer diraih atlet wanita kelahiran Malang, Indonesia bernama Santia Tri Kusuma dengan catatan waktu 4 jam, 12 menit dan 23 detik.

Sebagai pebalap tercepat wanita kategori itu, ia bersama Gabriel Tan berhak mendapatkan tiket emas untuk melaju di ajang balap sepeda Series World Championship di Italia pada Agustus 2018 mendatang.

Di posisi kedua diraih oleh Julie Picker asal Amerika Serikat dengan catatan waktu 4 jam, 12 menit dan 23 detik. Disusul pebalap ketiga masuk garis finish, pebalap asal Jerman, Jenny Neuse dengan catatan waktu 4 jam, 12 menit dan 23 detik.

Kepada awak media seusai menerima medali juara yang diserahkan oleh Staf Ahli Kemenpar Republik Ineonesia, Ratna Sari, Santia mengatakan, perjuangannya terobati dengan keberhasilan ini.

Wanita kelahiran 27 April 1981 ini mengaku baru pertama kali ikut TdB 2018, namun dia tidak percaya jika bisa menaklukkan rintangan dan tantangan dalam lintasan balap sepeda TdB 2018.

“Banyak rintangan, namun jalurnya sangat menarik karena terobati keindahan alam yang ada di sisi kanan dan kiri lintasan,” ujar dia.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dispar DKI Jakarta ini mengaku bangga karena dirinya keluar sebagai juara pertama dalam kategori Gran Fondo Classic dan akan melaju di ajang international Series World Championship di Italia pada Agustus mendatang.

Wanita yang telah mengoleksi beberapa medali di ajang olahraga balap sepeda tingkat dunia ini berharap ada sponsor yang mendukungnya ke Italia sehingga kerja kerasnya dalam mengharumkan nama Indonesia lebih maksimal. (met)

Update