Senin, 9 Februari 2026

Pembangunan Tanjungsauh Dimulai Juni

Berita Terkait

batampos.co.id – Rencana pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh di Batam memasuki babak baru. Pelabuhan kontainer seluas 1.200 hektare ini akan mulai dibangun pada Juni mendatang.

Kepastian ini diperoleh setelah Panbil Group, Pelindo, Pemprov Kepri, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh di Hotel Best Western Panbil, Sabtu (24/3). Untuk tahap awal, pembangunan pelabuhan ini diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp 13 triliun.

“Peletakan batu pertama pada Juni. Jadi tahun ini pembangunnya sudah real,” kata Director Managing Panbil Group, Johanes Kennedy.

Ia mengatakan ada beberapa perusahaan yang akan terlibat dalam pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh. Mereka akan tergabung dalam sebuah konsorsium. Yang sudah pasti adalah Panbil Group, Pelindo, dan China Communications Construction Company (CCCC) Limited dari Tiongkok. Dan tidak menutup kemungkinan masih ada perusahaan nasional lainnya yang akan bergabung.

“Setelah MoU ini, harapan kami langsung ada MoU dengan perusahaan konsorsium. Ini untuk mempercepat pembangunannya,” kata Johanes.

Untuk tahap awal, pembangunan akan dimulai dengan membangun jembatan dari Batam ke Tanjungsauh. Jembatan ini juga merupakan jembatan yang nantinya akan menghubungkan Batam dengan Bintan atau Jembatan Batam-Bintan (Babin).

Saat ini pihaknya masih menunggu sikap dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait skema pendanaannya. Termasuk opsi-opsi pengelolaan Tanjungsauh nantinya.

“Misalnya, apakah Tanjungsauh nanti dikelola oleh perusahaan lokal dan nasional tetapi pemiliknya CCCC, atau sama-sama semua pengelola, ini masih terus kami bahas,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga masih mengurus sejumlah syarat dan perizinan terkait rencana pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh. Ia berharap semua pihak terkait mendukung rencana tersebut, sehingga pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh bisa segera dimulia.

“Izin Amdal sudah selesai,” katanya.

Sementara perwakilan dari Pelindo, Sandi Wijaya, juga berharap agar pembangunan Tanjungsauh ini bisa segera dimulai. Pelindo akan menggunakan potensi yang ada agar pelabuhan internasional tersebut bisa segera terealisasi.

“Kami punya banyak pelabuhan di Sumatera. Ada di Sumatera Utara, ada di Aceh. Ini semua akan kita koneksikan untuk mendukung Tanjungsauh,” katanya.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menyambut baik pembangunan Tanjungsauh. Apalagi proyek ini memang sudah direncakaan sejak beberapa tahun silam, tetapi tak kunjung terealisasi.

“Sudah sejak beberapa tahun lalu ini digaungkan. Tetapi sepertinya baru tahun ini bisa terealisasi. Kami akan mendukung penuh,” katanya.

Ia mengatakan, Pelabuhan Batuampar siap mendukung pembangunan Tanjungsauh. Karena nantinya jika pelabuhan ini sudah beroperasi, maka Tanjungsauh juga akan mendukung operasional Pelabuhan Batuampar.

Di tempat yang sama, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun berharap pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh disejalankan dengan pembangunan Jembatan Babin. Sehingga Batam dan Bintan segera terkoneksi.

“Kami akan mendorong agar pembangunan pelabuhan ini segera selesai. Pada intinya kami siap mendukung penuh,” katanya. (ian)

Update