Menteri Kominfo Republik Indonesia Rudiantara, didampingi Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, TNI Polri, tiba di NOC Tarempa, Senin (26/3). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Akses telekomunikasi melalui fiber optik Palapa Ring Barat (PRB) yang melintasi Batam Anambas dan Natuna sudah siap beroperasi. Demonstrasi Palapa Ring Barat di Anambas dihadiri Menteri Kominfo Republik Indonesia Rudiantara, di Network Operation Centre (NOC) Tarempa, hari ini Senin (26/3)
Perangkat NOC yang ada tersebut tidak terlalu besar namun memori didalamnya memiliki kapasitas hingga 100 Giga. Jadi jika masing-masing pengguna hanya 2 giga, maka dapat melayani sekitar 50 ribu pelanggan. Namun untuk tahap awal ini baru dipakai 10 giga dulu.
Rudiantara berjanji pemerataan akses internet terwujud pada tahun 2019 mendatang. Ia juga menegaskan, kunjungannya ke Anambas ini bukan peresmian tapi memperjelas nawacita Presiden ke-7 Republik Indonesia Jokowidodo, yang membangun Indonesia dari daerah pinggiran. “Sekali lagi bahwa kunjungan ini bukan peresmian,” tegasnya ketika memberikan sambutan di NOC Palapa Ring Barat yang berlokasi di Tarempa kemarin.
Dikatakannya, jika PRB ini untuk melengkapi apa yang sudah dibangun oleh provider. Dari 57 daerah yang sebelumnya belum mendapatkan pembangunan tersebut, maka Pemerintah pusat hadir untuk melengkapi pembangun yang masih mengalami kekurangan tersebut. PRB ini menghubungkan 11 kabupaten untuk diwilayah barat dengan membentang kabel bawah laut sepanjang kurang lebih 13 ribu km.
Alhamdulilah, semua sudah selesai dibangun dan target bebas dari akses komunikasi seluler bisa tercapai secara keseluruhan. Target kami akhir 2018 ini sudah rampung semua, sehingga tahun 2019 tidak ada lagi kabupaten yang tidak tersentuh akses telekomunikasi,” tegasnya.
Karena ini merupakan program pemerintah pusat, maka sama sekali tidak meminta bantuan dana dari pemerintah daerah. Pemerintah pusat hanya minta bantuan yang sifatnya pelayanan seperti mempermudah perizinan yang diminta oleh provider yang memanfaatkan PRB.
“Kami tidak minta APBD, tapi minta kemudahan, kalau ada provider tarik kabel dari NOC, tolong dipermudah izinnya. Supaya akses telekomunikasi ini bisa cepat dijalankan,” jelasnya.
Negara kata Rudiantara, tidak menghitung untung atau rugi dalam hal ini. Tapi negara berfikir bagaimana masyarakat diseluruh Indonesia dapat menikmati akses telekomunikasi yang layak. “Karena masyarakat punya hak menikmati layanan telekomunikasi,” jelasnya.
Pemerintah pusat bukan hanya memikirkan telekomunikasi sesaat saja tapi cenderung hingga jangka panjang hingga 12 tahun kedepan. Hal ini untuk mempersiapkan generasi muda yang saat ini masih duduk dibangku sekolah.
Lanjutnya, pada tahun 2030 mendatang merupakan puncak bonus demografi. Dimana anak usia 12 tahun sekarang nantinya 12 tahun lagi menjadi 24 tahun. Pada saat inilah anak-anak ini akan masuk usia produktif. “Pemerintah mempersiapkan sesuatu yang besar untuk generasi penerus,” ungkapnya lagi.
Sebelumnya Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, telah memberikan pemahaman mengenai geografis Anambas dan apa-apa yang menjadi kekurangan di Kabupaten Kepulauan Anambas yang ia pimpin selama ini. Termasuk akses internet yang sangat lemah. “Kalau kita kirim foto lewat WA berputar-putar sampai 100 kali juga belum sampai,” ungkapnya dihadapan Menkominfo Rudiantara kemarin.
Dirinya menjelaskan, bahwa Anambas terdiri dari 255 pulau, 26 pulau yang sudah berpenghuni dan beberapa pulau diberikan izin kepada pihak investor untuk mengembangkan usaha yakni membangun resort atau hotel. Haris berharap dengan aktifnya palapa ring nanti bisa menjadi faktor pendukung bagi kemajuan pariwisata di Anambas dan juga memenuhi kebutuhan telekomunikasi bagi masyarakat Anambas.
“Turit asing akan senang jika akses internet lancar, tapi kalau tidak, maka ini bisa mengkhawatirkan, takutnya mereka tidak suka dan tidak mau datang lagi ke Anambas,” ungkap dengan nada khawatir. (bni)