Iklan
Pulau Penyengat berpotensi menjadi destinasi andalan Kepulauan Riau. F. Yusuf Hidayat/batampos.co.id

batampos.co.id – Hasrat membangun pulau Penyengat sebagai destinasi wisata utama di Tanjungpinang diharapkan bersifat menyeluruh. Tidak cuma membenahi sisi infrastruktur, tapi juga memerhatikan kebersihan yang jadi faktor utama di balik kenyamanan pengunjung.

Hal ini pula yang sekiranya sampai sekarang belum menemukan jalan keluarnya. Sampah kiriman masih terus-terusan datang dan mencemari pantai Penyengat. Tak bisa tidak, inilah yang akan menjadi pemandangan pertama ketika wisatawan tiba di pulau bersejarah ini.

Lebih-lebih lagi saat laut surut. Sampah yang kebanyakan merupakan sampah plastik yang sebelumnya mengendap dan naik
ke permukaan. Keberadaan sampah yang menumpuk di bibir pantai tidak hanya membuat risih para pengunjung Pulau Penyengat. Tetapi juga warganya, yang bertempat tinggal di sekitaran bibir pantai.

“Iya selalu begitu. Padahal itu bukan sampah kami,” tutur salah satu warga Penyengat yang tinggal di bibir pantai, Raja Zafira, Senin (26/3) kemarin.

Zafira juga menuturkan, tim pembersih pantai pun tak pernah absen. Setiap pagi, tim pembersih pantai selalu muncul membersihkan sampah laut.

Sementara mengenai asal usul sampah, Zafira mengaku sampah tersebut merupakan sampah kiriman. Yakni sampah yang
terbawa arus laut, hingga menyangkut di bibir bibir pantai Pulau Penyengat.”Kurang tau dari mana asalnya. Tapi warga sini sudah berhenti buang sampah ke laut,” katanya.

Sampah kiriman ini, lanjutnya, sering kali menumpuk di lokasi-lokasi yang berbeda. Tergantung angin. “Tapi kalau di dekat pintu masuk ini, pasti selalu ada sampah,” pungkasnya.(aya)

Advertisement
loading...