Wakil Ketua I DPRD Anambas Samsil Umri, Ketua Komisi II Dannun, Dirut BRK Irvandi Gustari, dan Direktur Operasional BRK Denny M. Akbar foto bersama usai pertemuan di Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Senin (26/3). F. Bank Riau Kepri untuk Batam Pos

batampos.co.id – Rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Anambas mengunjungi kantor Pusat Bank Riau Kepri (BRK) di Gedung Menara Dang Merdu, Pekanbaru, Senin (26/3). Kunjungan kerja (kunker) ini diterima Direktur Utama (Dirut) Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari dan Direktur Operasional, Denny M Akbar.

Wakil Ketua I DPRD Anambas Samsil Umr mengapresiasi kinerja Bank Riau Kepri. Berkat kerja keras seluruh insan BRK di tahun buku 2017 diperoleh laba bersih sebesar Rp 454.395 miliar. “Angka tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yaitu Rp 452.9 miliar,” ungkapnya.

Kesempatan itu Samsil menegaskan, Pemkab Anambas akan segera menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) penambahan modal di Bank Riau Kepri.
“Ini sangat menjanjikan dan menguntungkan. Kami sangat puas, dimana ROE-nya sekitar 20 persen,” jelasnya.

Samsil juga mengusulkan dibukanya jaringan kantor di Palmatak dan Letung Jemaja. Selain itu peningkatan status kantor Cabang Pembantu menjadi Kantor Cabang. “Kami juga usulkan penambahan ATM di Palmatak dan membuka jaringan di kantor Bupati yang baru,” pintanya.

Dirut BRK, Irvandi Gustari mengatakan Bank Riau Kepri di tahun 2017 tumbuh sebesar 37,11 persen, yaitu dari Rp 12,049 triliun di akhir 2016 menjadi Rp 16,520 triliun di akhir 2017.

Dijelaskan Irvandi, komposisi dana Pemerintah Daerah dan dana non Pemerintah Daerah pada akhir 2017, yaitu dana Pemerintah Daerah dengan porsi 3,34 persen dan non Pemerintah Daerah sebesar 96,66 persen.

“Ini berarti Bank Riau Kepri mempunyai kesanggupan kemandirian dalam DPK (Dana Pihak Ketiga),” jelasnya.

Mengenai pertumbuhan aset lanjut Irvandi, di 2017 BRK tumbuh sebesar 20,13 persen. Pencapaian itu jauh di atas pertumbuhan aset perbankan di Indonesia yaitu berkisar 10,59 persen.

Di akhir 2016 kata Irvandi, pertumbuhan aset secara nominal sebesar Rp 21,221 triliun tumbuh menjadi Rp 25,492 triliun di akhir 2017. “Atau meningkat Rp 4,3 triliun,” bebernya.

Untuk BOPO kata Irvandi, di akhir 2017 BRK 78,1 persen. Jauh lebih efisien dibandingkan perbankan pada buku II secara nasional yaitu sebesar 85,65 persen.
BOPO merupakan perbandingan biaya operasional terhadap pendapatan operasional, dan ini merupakan ukuran efisiensi suatu bank. “BRK jauh lebih efisien dibanding empat BPD lainnya di Sumatera,” ungkapnya.

Dari Anambas hadir dalam kunker tersebut Ketua Komisi II Bidang Keuangan Dannun, Anggota Komisi II Jasril, Indrayana, Yuklius, Nur Adnan Nala, Sekwan Taufik Effendi, dan Kuasa Bendahara Umum DPRD Anambas Agustian. (bni)

Advertisement
loading...