Iklan

batampos.co.id – Gara-gara masalah tanah hibah, dua orang warga Patam Lestari Sekupang adu mulut, Selasa (27/3).

Keduanya adalah Abdul Latif Hasan dan Muhammad Kasim. Pemilik lahan Muhammad Kasim kesal kepada Abdul Latif yang tidak mengakui jika tanah seluas 500 meter persegi tersebut merupakan lahan dihibahkan olehnya untuk Yayasan Syamsul Huda yang kelola oleh Abdul Latif sendiri.

Padahal kata Kasim, hibah tanah tersebut disaksikan oleh warga dan perangkat RT setempat.

“Saya cuman nanya status lahan itu. Apakah lahan itu atas nama yayasan atau pribadi,” ujar Kasim saat bermediasi di kantor Kelurahan Patam Lestari, Sekupang.

Kasim mengatakan tanah yang ia hibahkan untuk pembangunan panti asuhan itu ia beli dari Sumarsono seharga Rp 120 juta. Kemudian tahun 2012 ia serahkan untuk pembangunan yayasan.

Bahkan katanya, pembangunannya yayasan iti juga dibantu dana sebesar Rp 60 juta.

“Dia nggak mau akui jika itu tanah saya hibahkan. Sebenarnya bukan permasalahkan tanah, cuman ada kata-kata dia yang membuat saya sakit hati,” katanya.

Ketua Yayasan Syamsul Huda, Abdul Latif sempat tidak mengakuinya. Namun karena Kasim membawa sejumlah saksi, akhirnya ia pun mengaku.

Sementara saat mediasi, tampak terlihat Lurah Patam Lestari, Muhammad Ali, pihak kepolisian Sekupang, Babinsa kelurahan Patam Lestari dan tokoh masyarakat setempat. (une)

Advertisement
loading...