batampos.co.id – Menteri Kominfo Republik Indonesia Rudiantara, menargetkan pada 2022 mendatang, internet harus ada di setiap sekolah yang ada di seluruh Indonesia termasuk Anambas. Setelah itu akan ada perubahan sistem belajar yang sifatnya harus mandiri berbasis teknologi informasi.
Intinya siswa bukan hanya menghafal saja tapi mereka diharuskan memecahkan masalah sendiri dan harus meminta bantuan Internet. Hal ini disampaikan Rudiantara saat memberikan sambutan pada kunjungannya ke Anambas, Senin (26/3).
Bukan hanya di seluruh sekolah saja yang harus ada akses internet, tapi di pusat-pusat kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit juga harus ada internet. Semuanya harus terhubung secara on line. Jika terhubung secara on line, maka proses penanganan pasien lebih cepat dan maksimal. Seumpama ada orang sakit dari puskesmas, pihak rumah sakit sudah menerima informasi tersebut.
Bahkan saat ada rujukan, ambulan langsung antar pasien menuju RS yang dituju. Setelah pasien sampai, dokter sudah menunggu dan siap melayani. “Mengenai administrasi tidak usah dipersulit cukup melalui online. Kalau harus bawa berkas sana sini, yang sakit tambah sakit,” ungkapnya.
Sementara itu untuk instansi vertikal seperti TNI Polri maupun pulau terluar yang masih kosong, memerlukan penanganan yang berada. Untuk TNI Polri tidak bisa dengan Palapa Ring Barat atau semacam fiber optik. Tapi langsung menggunakan satelit. “Mudah-mudahan akhir tahun 2021 atau awal 2022 semua terjangkau internet,” ungkapnya. (sya)
