Iklan
Penumpang kehujanan saat berjalan di dermaga Pelabuhan Jagoh, Kabupaten Lingga, Selasa (27/3). F. Wijaya Satria/batampos.co.id

batampos.co.id – Pelabuhan Jagoh salah satu pelabuhan utama sebagai akses pintu masuk dan keluar Kabupaten Lingga namun masih tergolong jauh dari kata nyaman. Ini dikarenakan dermaga menuju ponton belum dipasang atap.

Akibatnya, pada musim penghujan penumpang akan kebasahan. Selain dermaga tidak memiliki atap, pelabuhan ini belum memiliki ruang tunggu yang memadai.

Seperti terlihat Selasa, (27/3) pagi, Pelabuhan Jagoh diguyur hujan deras, sejumlah penumpang tujuan Batam dan Tanjungpinanag terpaksa rela menahan dingin karena kebasahan.

“Apakah Pemkab tidak akan membangun atap di pelabuhan ini? Padahal sangat penting. Terlebih tidak ada ruang tunggu yang memadai. Hujan ya basah-basah lah,” kata Ramat ketika ditemui di pelabuhan, Rabu (28/3) pagi.

Selain itu, Ramat mengatakan pelabuhan Jagoh notabenenya sebagai pintu depan Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini. Untuk itu, Pelabuhan ini diharapkan lebih diperhatikan lagi karena menjadi tolak ukur bagi seluruh tamu yang datang ke Lingga.

Padahal, sebelumnya seluruh penumpang menggunakan pelabuhan lama yang berada tepat di samping pelabuhan baru ini. Kondisi pelabuhan lama lebih baik karena memiliki sejumlah fasilitas baik dari atap dermaga serta ruang tunggu yang memadai. Namun hingga saat ini, pelabuhan lama tidak dapat digunakan karena belum selesai perbaikan.

“Pelabuhan lama masih bagus tapi belum siap diperbaiki, bahkan di sana lengkap dengan toiletnya, sayang aja,” kata Ramat.

Sebelumnya, pelabuhan Jagoh yang lama mengalami perbaikan dermaga, namun sayang pelabuhan tak kunjung selesai sehingga harus menungggu lelang tahun selanjutnya. Sehingga masyarakat mesti menggunakan pelabuhan baru walau belum memiliki fasilitas yang memadai. (wsa)

Advertisement
loading...