batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga M Ishak mengharapkan perhatian yang lebih dari Pemerintah Provinsi Kepri mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini sangat terbatas. Dengan perhatian tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelestarian kebudayaan.
“Kami mengharapkan perhatian walau tidak hanya fokus bantuan anggaran, tapi kami juga mengharapkan fokus kegiatan kebudayaan lebih banyak di wilayah Kabupaten Lingga,” ujar Ishak, Kamis (29/3) pagi.
Ishak menambahkan, banyaknya kegiatan dinas kebudayaan yang dilaksanakan di Kabupaten Lingga, tentunya dapat menjadi salah satu langkah memperkenalkan kebudayaan serta melestarikan Kebudayaan Melayu untuk generasi penerus, baik yang ada di Kabupaten Lingga juga generasi di daerah lainnya.
Sedangkan, Ishak mengaku, Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga baru sekali menggelar rapat koordinasi yang membahas tentang kebudayaan diadakan di Balairung seni Istana Damnah belum lama ini. Rakor tersebut menurut Ishak sebagai langkah awal untuk meningkatkan kegiatan terkait kebudayaan Melayu.
“Narasumber dari Kementerian Dikbud diwakili Kasubid Perencanaan dan Evaluasi Setjen Kemndikbud RI, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinanag dan Kepala BPBC,” kata Ishak.
Dalam kesempatan tersebut Ishak menyampaikan kondisi yang ada di Kabupaten Lingga sehingga dapat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kepri dan instansi lainnya untuk meningkatkan pelestarian kebudayaan di Bunda Tanah Melayu ini.
Ishak juga memastikan kalau Pemkab Lingga hingga saat ini terus melakukan kebijakan yang mengarah kepada peningkatan, pelestarian serta mengimplementasikan kebudayaan agar tetap terjaga dan menjadi wartawan bagi anak cucu ke depan. (wsa)
