Terlihat limbah minyak mencemari perairan Sengarang, Rabu (28/3). Limbah ini berasal dari tugboat tangkapan Lantamal IV Tanjungpinang, TB Ascelente yang tenggelam, Rabu (28/3). F. Faradilla/batampos.co.id

batampos.co.id – Limbah minyak yang mencemari kawasan Teluk Kriting, Tanjungpinang berasal dari TB. Ascelente tangkapan Lantamal IV Tanjungpinang yang bersandar di Derma Yos Sudarso Markas Komando Lantamal IV.

Iklan

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal IV Tanjungpinang, Mayor KH. Mardianus Samuel Pontoh menyampaikan permintaan maaf, atas adanya kejadian tersebut.

“Tumpah minyak dari TB Ascelente merupakan kejadian yang tidak kami duga. Karena peristiwa tersebut terjadi ketika hujan deras,” ujar Mayor KH. Mardianus Samuel Pontoh dalam siaran persnya kepada media, Rabu (28/3) malam lalu.

Dijelaskannya, tenggelamnya tug boat tersebut pada Rabu (28/3) pagi, yakni saat hujan deras dan gelombang laut tinggi yang disertai dengan angin kencang. Sehingga menyebabkan kapal tenggelam dan minyak yang berada di dalam kapal tumpah. Lantamal IV Tanjungpinang melakukan upaya penanganan terhadap tumpahan minyak kapal tersebut.

“Kita sudah melakukan quick respon, yakni dengan cara memasang oil boom milik Pertamanina Tanjung Uban di sekitar TB. Ascelente,” tegasnya.

Meskipun demikian, lantaran ombak dan arus serta angin kencang membuat oil boom yang dipasang untuk melokalisir tumpahan minyak tidak berjalan mulus. Sehingga mengalami kebocoran dan membuat tumpahan minyak terbawa arus sampai ke sekitar Teluk Keriting.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Lantamal IV segera berkordinasi dengan KPLP dan Pertamina Tanjung Uban serta KSOP Tanjungpinang untuk mengatasi tumpahan minyak agar tidak melebar ke perairan laut. Menyiasati hal itu, pihaknya menaburkan rinso dan oil skimmer, supaya minyak diatas permukaan air laut dapat mengikat kemudian tenggelam.

“Pertamina Tanjung Uban juga melakukan penyedotan menggunakan mesin dan sampai Kamis dini hari berhasil mengangkut minyak dari laut sekitar 30 drum dan 1 tanki kapasitas 5 KL,” paparnya.

Dikatakannya juga, terkait dengan tumpahan minyak yang telah sampai ke pantai Teluk Keritng, Lantamal IV telah melakukan koordinasi dengan masyarakat melalui Ketua RW 15, Kelurahan Tanjunpinang Barat, Tanjungpinang. Menurut Mardianus, kapal tersebut merupakan tangkapan pihaknya beberapa tahun lalu yang telah berkekuatan hukum tetap dan dalam proses pelelangan. (jpg)