batampos.co.id – Abellia Delta Wahyuni meninggal di kamar kosnya, di Teluk bakau, Nongsa, Senin (26/3/2018), sekira pukul 17.30 Wib. Bagian kepala perempuan yang akrab disapa Meli ini bersimbah darah.

Menyedihkan.

Polisi menduga Meli mati sebab dibunuh, tapi siapa yang membunuh?

Polsek Nongsa bekerjsama sengan Polresta Barelang mencari keterangan dan menggali data dari lokasi kejadian dan orang-orang sekitar Meli.

Hariyanti, 47, salah seorang yang dimintai keterangan oleh Polisi mengaku mendapatkan pesan singkat dari Juni Aryadi, pacar Meli.

Namanya layanan pesan singkat (SMS), isinya pun pendek. “Aku mau ngomong tapi takut, tapi ini sudah terjadi.”

Ini ialah data yang sangat penting.

Polisi bergerak.

Info awal yang didapat target telah ada di Bengkulu.

Kontak dengan Sat reskrim Polres Bengkulu dilakukan.

Koordinasi apik menghasilkan kerja ciamik. Jumat (30/3/2018) sekira pukul 16.30 Wib Polisi berhasil menangkap target, Juni Aryadi. Juni, pria kelahiran 30 juni 1987. Ia selama di Batam tinggal di Kampung Puncak Teluk Bakau, Kecamatan Nongsa.

Juni (kiri) saat ditangkap di Bengkulu.

Juni pun berkisah mengapa ia tega membunuh Meli.

Hari nahas itu Meli pulang kerja sekira pukul 15.00.

Meli mendapati Juni tidur di kamarnya.

Terjadi pertengkaran diantara keduanya. Sumber kemarahan Meli ialah cemburu. Meli menganggap Juni kerap main hati dengan perempuan lain melalaui jejaring sosial.

Kemarahan Meli sejenak mereda. Meli keluar rumah beli nasi goreng.

Sekembali dari beli nasi goreng Meli kembali marah.

Meli tak jadi makan. Nasi goreng itu dimakan Juni padahal Meli beli nasi goreng sebab merasa lapar.

Meli makin marah, Juni rebahan di kasur. Meli memukul-mukul Juni. Bahkan pada bagian kepala Juni.

Kemarahan Meli reda. Meli lelah. Meli pun tertidur.

Rupanya saat inilah Juni ambil kesempatan membalas dendam. Dengan kayu yang diambilnya dari luar rumah, Juni memukul Meli.

Juni tak yakin Meli sudah mati. Juni mencekik meli.

Juni pun pergi.

Sebelum pergi Juni mengambil 5 ponsel milik Meli dan duit Rp.550.000 dari dompet Meli.

Uang itu Juni gunakan membeli tiket pesawat ke Pekan Baru dan tiket travel ke Kepahiang, Bengkulu, tempat kediaman orangtuanya. (*)

Advertisement
loading...