batampos.co.id – Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian (Barenlitbang) Pemprov Kepri, Naharuddin mengatakan lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2018 ada ratusan usulan kegiatan untuk rencana kerja 2019 nanti. Setelah difinalkan, pagu yang diusulkan tembus pada angka Rp 2,6 triliun.
“Fokus pembahasan di Musrenbang tahun ini, tetap mengarah pada target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri,” ujar Naharuddin menjawab pertanyaan media usai penutupan Musrenbang di Hotel CK, Tanjungpinang, Kamis (29/3).
Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri tersebut menjelaskan, prioritas pembangunan yang terdepan adalah untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pariwisata dan pengentasan kemiskinan. Ditegaskannya, jika mengacu pada kekuatan APBD Kepri, tentu tidak semua bisa diakomodir di 2019 nanti.
“Apabila kekuatan belanja langsung kita Rp 1,9 triliun, artinya akan ada skala prioritas,” papar Nahar.
Pria yang pernah duduk sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri itu juga mengatakan, rencana pembangunan infrastruktur strategis melalui proyek tahun jamak atau multiyears jika dimasukan dalam rencana kerja tersebut. Karena pembangunannya akan berakhir 2020 mendatang.
“Semua rencana pembangunan yang disepakati adalah prioritas bagi daerah,” paparnya lagi.
Dikatakannya juga, untuk infrastruktur di bidang perhubungan, prioritas utama adalah pembangunan pelabuhan bongkar muat di Penagi, Natuna, Pelabuhan Tanjunguban, Pelabuhan Selat Durian, Karimun, dan kelanjutan konekting Pelantar I dan II Tanjungpinang.
Sementara itu, untuk infastruktur jalan mengacu pada usulan bupati dan walikota. Baik itu di Batam, Natuna, Lingga, dan Kota Tanjungpinang. Bahkan pembangunan infrastruktur jalan juga merupakan skala prioritas pada kegiatan 2019 mendatang.
“Rencana-rencana strategis ini nanti, akan kita padatkan pada penyusunan APBD 2019 mendatang,” tutup Naharuddin.
Kegiatan Musrenbang tingkat Provinsi Kepri yang secara resmi ditutup Wakil Gubernur Kepri, Isdianto. Pada kesemapatan itu, Isdianto Barenlitbang Provinsi Kepri maupun Kabupaten dan Kota agar mencermati kembali dokumen perencanaan pembangunan yang ada. Sehingga dalam mengaplikasikannya bisa tetap berada dalam koridor yang direncanakan, yakni sesuai dengan RPJMD dan visi serta misi pemerintah daerah.(jpg)
