Jumat, 13 Februari 2026

KEK Beri Banyak Insentif

Berita Terkait

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memberikan isyarat bahwa era Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) akan memberikan banyak kemudahan bagi pengusaha.

“FTZ sudah diputuskan untuk menjadi KEK. Tapi KEK Batam akan berbeda dengan tempat lain. Di tempat lain dimulai dari nol, tapi di Batam sudah ada berbagai macam industri,” jelasnya belum lama ini.

Soal penetapan KEK sebagai zona enclave, penyebabnya adalah karena KEK sebenarnya tidak mengenal konsep pemukiman didalamnya.”Makanya harus ada zona enclave, dibatasi mana masuk KEK dan mana luar KEK,” katanya.

Setelah memetakannya dengan akurat, ia melihat bahwa memang Nongsa Digital Park (NDP) yang baru siap menyandang status KEK.

“Mengenai kapan, kami dari BP Batam bertugas menyiapkannya bersama NDP. Tapi ujung-ujungnya diproses bersama di Dewan Nasional KEK,” katanya.

Proses penetapan KEK itu diluar kontrol BP Batam yang hanya bertugas mempersiapkannya.

“Tapi kami akan siap untuk KEK. Setelah NDP siap jadi KEK, maka yang lainnya nanti akan menyusul,” katanya.

Ia mengingatkan KEK itu punya banyak insentif.

“Misalnya kalau investasi dapat dipertimbangkan dapat Tax Holiday dan Tax Allowance. Di KEK daftar negatif investasi juga tak berlaku kecuali untuk bisnis senjata. Pembangunan universitas dan rumah sakit internasional dapat dilakukan, jadi KEK sangat relevan,” paparnya.

Lukita juga menjanjikan kalau proses pengurusan visa dan tenaga kerja akan dipermudah.”Proses layanan dan investasi pokoknya akan lebih mudah,” janjinya.

Panggil Pemilik Lahan Tidur
Selain akan memberi banyak kemudahan bagi pengusaha, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memanggil kembali pemilik lahan tidur pada Senin (2/4) dan Rabu (4/4). BP akan mempertanyakan komitmen mereka kembali dalam mengelola lahan yang telah diberikan kepadanya tapi ditelantarkannya.

“Progres yang utama di Batam center dulu. Kalau kemana-mana (wilayah lain,red) ya tak selesai,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Gedung BP Batam, Sabtu (31/3).

Ia mengatakan target untuk menyelesaikan lahan tidur di Batamcentre memakan waktu hingga tiga bulan.”Karena banyak yang perlu waktu hingga satu bulan dan paling lama tiga bulan untuk mempersiapkan business plan,” jelasnya.

Lukita juga mengatakan penyelesaian lahan tidur masih menjadi prioritas pihaknya. Dalam waktu dekat 10 pemilik lahan tidur yang di wilayah Batamcentre akan panggil ulang untuk melihat progres keseriusan para pemilik lahan tidur tersebut. Sebelumnya BP Batam telah memanggil sekitar 21 pemilik lahan tidur.

Wilayah Batamcentre diakuinya menjadi prioritas utama, karena itu pihaknya berharap lahan-lahan yang saat ini tidak difungsikan tersebut bisa dimanfaatkan. Sehingga dengan demikian tentu akan dapat menggerakan perekonomian Batam. Persoalan lahan diakuinya memang menjadi salah satu persoalan utama yang harus segera diselesaikan.(leo)

Update