Kamis, 16 April 2026

Wali Kota Ingin Masjid Raya Batam Direvitalisasi Tahun 2019

Berita Terkait

Sejumlah warga sedang berwudhu saat akan melaksanakan sholat di Masjid Raya Batam. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad menginginkan revitalisasi Masjid Raya Batam (MRB) jadi salah satu program prioritas tahun 2019 mendatang. Namun demikian, rencana ini akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan Pemerintah Kota Batam.

“Pak wali sudah minta ini (revitalisasi MRB) tahun depan. Nanti tergantung mampu atau tidak kekuatan APBD kita, yang jelas jadi satu prioritas,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, Suhar, Minggu (1/4).

Soal perkiraan anggaran yang akan digunakan, Suhar mengaku belum bisa berkomentar karena proses persiapan desain masih terus dilakukan. Rencananya, pada Selasa (6/4) nanti pihakny akan memaparkan desain sementara ke Wal Kota Batam Muhammad Rudi.

“Dalam hal desain ini kami sudah minta arahan dari tokoh-tokoh islam Batam juga,” terangnya.

Begitupun soal desain secara umum, ia memilih untuk tidak berkomentar banyak sebelum dipaparkan ke Wali Kota. Namun ia sedikit mengungkapkan dalam desain sementara ini termuat rencana pembangunan basemant atau ruang dibawah tanah yang akan digunakan jadi tempat parkir.

“Kita inikan kekurangan lahan, makanya ada rencana pembangunan basemant,” kata dia.

Selain itu, Suhar mengatakan tempat wudhu dan area toilet yang kini berada disamping bangunan utama masjid akan dipindahkan. Hal ini sejalan dengan keinginan wali kota, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, menyampaikan, revitalisasi MRB ini tidak merubah desain arsitektur bangunan utama masjid. Namun, dalam pengerjaan akan dikembangkan mulai dari tempat parkir, taman hingga pembenahan tempat wudhu juga toilet. “Tempat wudhu akan kita bikin tiga. Toiletnya nanti penempatannnya bukan disamping itu, kita akan tentukan tempatnya,” ujarnya.

Selain itu, ruang lapang di depan masjid akan diperluas. Di lokasi ini dapat dipakai untuk kegiatan keagamaan tanpa harus menggunakan bangunan utama. Agar memberikan suasana nyaman kelak lokasi tersebut akan dibuatkan atap. “Jadi kalau sudah seperti ini, bangunan utama fungsinya betul-betul buat beribadah,” imbuhnya.

Ia mengatakan dengan merenovasi masjid masjid yang mulai dibangun tahun 1999 dan rampung tahun 2001 dan dirancang arsitek kenamaan Indonesia Achmad Noeman ini, akan menambah kebanggaan sendiri untuk Batam, disamping Masjid Agung di Batuaji yang kini sedang proses pembangunan. “Sehingga nanti kita punya dua masjid yang kita bisa banggakan,” kaat dia. (adi)

Update