
batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun memberikan pelatihan dan peningkatan mutu dan keamanan pangan yang diikuti 100 pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), Senin (2/4).
Sekretaris Daerah Karimun M Firmansyah mengatakan, melalui pelatihan ini diharapkan supaya bisa meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Dimana, selama ini sudah bagus dan harus lebih bagus lagi yang secara otomatis nantinya akan meningkatkan penjualan produk itu sendiri.
“Pelaku home industry rata-rata kaum ibu-ibu. Silahkan, ikuti pelatihan ini supaya bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap hasil produk home industry yang ibu-ibu tekuni selama ini,” ungkap Sekda Karimun M Firmansyah.
Sedangkan anggota DPRD Karimun Sulfanow Putra mendukung penuh atas pelatihan yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun. Sehingga, para pelaku home industri bisa meningkatkan produksinya melalui pengetahuan yang diperolehnya seperti pelatihan ini.
“Yang jelas, pelaku home industry harus bisa bersaing dengan pelaku usaha yang sudah besar. Kalau bisa tidak hanya di pulau Karimun saja, tapi menyeluruh seperti di Kundur, Moro maupun Durai,” pesannya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun Hazmi Yuliansyah melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saingin bagi pelaku IRTP. Terutama, bagaimana pengolahan pangan yang higienis dan tanggungjawab terhadap keselamatan konsumen.
“Kita ingin bagaimana IRTP ini, bisa bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Melalui peningkatan mutu pangan yang selama ini sudah bagus dan harus ditingkatkan lagi,” tuturnya.
Lanjutnya, melalui pelatihan ini nantinya bisa meningkatkan hasil produk dengan kualitas yang sejajar dengan industri lainnya. Dan paling penting adalah, bagaimana mempercepat pemerataan pertumbuhan industri kecil dan menengah di kabupaten Karimun.
Dimana, dalam pelatihan tersebut pihaknya menghadirkan narasumber dari BPOM RI di Batam, Dinas Kesehatan Karimun, Dinas Penanaman MUdal dan PTSP, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri. “Kegiatan selama dua hari. Mereka diberikan pemahaman mulai dari proses produksi hingga pemasaran dan sebagainya,” kata Hazmi lagi.(tri)
