Polisi bersama warga melakukan evakuasi terhadap jenazah Gunawan Wibisono yang tewas dihantam tali kapal yang putus. F. Sandi/batampos.co.id

batampos.co.id – Nasib malang dialami Wibisono dan Sutrisno kru kapal jaring cumi, KM Cahaya Gemilang 1 yang sedang berada di buritan kapal. Keduanya jatuh, Sutrisno selamat namun Wibisono tewas di dalam laut, Selasa (3/4) di Perairan Puakang Karimun.

Kejadian tersebut disebabkan, pada saat kapal sedang ditunda atau ditarik dengan kapal lain tiba-tiba tali yang dugunakan untuk menarik putus dan menghantam Gunawan Wibisono dan Sutrisno yang sedang berada di bagian belakang kapal.

Akibatnya, kedua kru kapal jatuh ke laut dan menyebabkan satu korban tewas disebabkan luka pada bagian kepala dan juga korban tidak bisa berenang. Sutrisno yang selamat saat kejadian tersebut mengalami luka robek pada bagian perut karena hantaman tali dan berhasil tertolong.

”Kejadiannya pukul 12.15 WIB ketika itu,” ujar Nur Rohman, salah satu kru KM Cahaya Gelang 1.

Dia menceritakan, saat itu semua kru kapal sudah naik ke atas kapal. Hanya saja, kapal tidak bisa bergerak disebabkan air laut surut dan sangkut. Agar bisa keluar, harus ditarik dengan kapal lain. Kapal  ditarik dari belakang, sebab haluan kapal menghadap ke darat

Saat kapal sedang ditarik, katanya, dua orang rekannya ini sedang berada di belakang usai mengikat tali. Tiba-tiba tali yang digunakan putus dan menghantam kedua rekannya sampai jatuh ke dalam laut.

Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Siitorus secara terpisah menyebutkan, ketika mendapat informasi pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu evakuasi.

”Memang, korban yang meninggal ini sempat tenggelam dan kita melakuikan pencarian dengan menyelam. Setelah setengah jam bearu ditemukan dan kondisinya sudha meninggal dunia. Mayat Gunawan Wibisono sudah ditempatkan di ruang jenazah RSUD M Sani. Sedangkan, rekannya, Sutrisno masih dirawat,” paparnya. (san)

Advertisement
loading...