Iklan
Petugas berupaya menertibkan PK-5 di Jalan Permaisuri, Tanjunguban. Penertiban dilaksanakan menjelang pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten. F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang ngopi di beberapa kedai kopi banyak yang kabur saat personel Satpol PP Kabupaten Bintan melakukan razia di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Bintan, Selasa (3/4) sekitar pukul 10.00 WIB.

Aksi petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) ini rupanya tersebar cepat di kalangan ASN. Tak ayal kejadian itu membuat sejumlah pegawai yang menggenakan seragam warna coklat was-was akan terjaring razia dan buru-buru meninggalkan kedai kopi.

Warga Tanjunguban, Karlo menyampaikan, beberapa ASN langsung meninggalkan kedai kopi sesaat sebelum petugas Satpol PP melakukan razia.Ia menyebut, jika razia terhadap ASN di Tanjunguban sudah bocor, karena tidak ditemukan seorang pun ASN yang berada di kedai kopi dan terjaring razia.”Intinya sudah bocorlah bang,” kata lelaki yang kebetulan berada di salah satu kedai kopi di Jalan Raya Permaisuri.

Seorang ASN enggan disebutkan namanya ketika ditemui di salah satu kedai kopi di Jalan Merdeka justru mengaku tidak tahu adanya razia.”Saya baru keluar (kantor), jadi tidak tahu kalau ada razia ASN. Bukannya itu razia PKL,” kata lelaki itu.

Kasatpol PP Kabupaten Bintan, Insan Amin membantah jika razia tersebut sudah bocor. Ia justru menjelaskan, sebenarnya pihaknya tidak melaksanakan razia ASN, melainkan razia penertiban PKL menjelang pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Bintan di Tanjunguban. “Iya tadi banyak yang telepon. Dipikirnya razia ASN, jadi banyak ASN yang kabur saat kami datang,” akunya.

Dia menjelaskan, razia penertiban yang dilakukan di Tanjunguban sebagai lokasi perhelatan MTQ tingkat Kabupaten sebelumnya telah dilakukan malam hari.Ia juga mengatakan, tujuannya dilakukan razia kali ini sebatas mengimbau ke para pedagang kaki lima. “Sejauh ini mereka sudah tertib. Tadi kita cuma merapikan saja,” tukasnya.(met)

Advertisement
loading...