batampos.co.id – Beredarnya kabar kebocoran soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Batam belum diketahui oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SMA, Atma Dinata mengatakan tanggungjawab USBN berada di sekolah penyelenggara.
“Memang saya ada dikonfirmasi sejumlah pihak mengenai hal ihwal ini. Tetapi belum ada kebenaran informasinya,” ujar Atma Dinata menjawab Batam Pos, Selasa (3/4) di Tanjungpinang.
Menurut Atma, dalam hal pelaksanaan USBN, tanggungjawab penuh berada di tangan sekolah. Dijelaskannya, setiap mata pelajaran yang diujikan disusun melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri. Disdik Kepri, pada posisinya hanya sebagai penerima laporan.
“Dalam hal penggandaan soal dari rekomendasi MGMP sepenuhnya ditangani oleh pihak sekolah,” papar Atma.
Dikatakan Atma, pelaksanaan USBN memang telah selesai dilaksanakan sepekan yang lalu. Adapun komposisi soalnya 20 persen berasal dari nasional, makanya, diistilahkan USBN. Ditegaskannya, jika terjadinya kebocoran soal sepenuhnya menjadi tanggungjawab sekolah. Diakuinya, USBN memang memberikan pengaruh bagi tingkat kelulusan.
Menyikapi persoalan ini, pihaknya akan menelusuri lebih lanjut ke sekolah-sekolah SMA yang ada di Batam. Sehingga bisa menentukan sikap dalam membuat kebijakan. Meskipun demikian, Atma mengatakan yang dikhawatirkan adalah jika soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).
“Kita akan segera telusuri persoalan ini di lapangan,” tutup Atma.
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara (TJA) meminta Disdik Kepri untuk segera menelusuri persoalan ini. Politisi Partai Golkar tersebut berharap, isu yang beredar tidak benar. Karena apabila ditemukan fakta kebocoran tersebut, tentu ini telah mencoreng dunia pendidikan Kepri.
“Kita juga akan melakukan penelusuran, karena ini menyangkut mutu pendidikan yang akan dihasilkan,” tegas Teddy, kemarin.(jpg)
