
batampos.co.id – Na dan Me dua remaja 16 tahun dibekuk Polsek Batuaji, Sabtu (28/4) malam lalu. Keduanya pelaku pencurian sepeda motor yang meresahkan masyarakat Batam. Dari tangan keduanya polisi mengamankan barang bukti tiga unit sepeda motor hasil curian mereka. Tiga sepeda motor itu adalah Honda Revo, Honda Beat dan Yamaha Mio. Honda Revo sudah dalam keadaan tidak utuh sebab sudah dibongkar oleh kedua pelaku.
Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, dua pelaku curanmor itu merupakan residivis kasus serupa. Keduanya baru keluar dari penjara pada akhir tahun 2017 lalu. Sebelumnya kedua remaja putus sekolah ini dibekuk oleh jajaran Polsek Sagulung karena menggasak lima unit sepeda motor warga di Sagulung.”Belum sampai setengah tahun (bebas dari penjara) sudah ditangkap lagi mereka,” ujar Dalimunthe, Rabu (4/4).
Penangkapan dua remaja itu kata Dalimunthe, bermula dari laporan kehilangan sepeda motor Honda Revo dari seorang warga Batuaji belum lama ini. Dari laporan itu polisi akhirnya mendapat titik terang bahwa pelakunya adalah dua remaja residivis itu.
“Keduanya kami tangkap di daerah Tembesi (dekat perumahan Cipta Asri) saat sedang bongkar hasil curian mereka (Honda Revo),” ujarnya.
Saat dibekuk polisi kedua remaja itu tak bisa mengelak. Bahkan dua sepeda motor lain yang dikendarai keduanya juga diketahui sebagai hasil curian mereka.
“Yang dua dipakai mereka itu curian juga rupanya. Laporan di Polsek Bengkong,” ujar Dalimunthe.
Kedua remaja itu dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman lima tahun penjara.
Na dan Me kepada wartawan mengakui perbuatan mereka itu. Aksi pencurian sepeda motor ternyata sudah lama dilakoni dua remaja yang hanya mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar itu.
“Sudah hampir dua tahun ini pak. Dulu pernah ditangkap Polsek Sagulung. Itu lima unit sepeda motor yang kami curi. Sekarang empat. Satunya sudah kami jual,” ujar Na dan Me.
Sepeda motor curian mereka dijual dengan harga yang cukup murah mulai Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta. “Uanganya buat beli makan dan juga main di warnet,” ujar Me. (eja)
