batampos.co.id – Dua orang pemuda, Adi dan Junaidi ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun di Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, setelah kedapatan menanam ganja, Rabu (4/4).

Ganja di dalam hutan, tidak jauh dari salah satu perusahaan pertambangan batu granit RT 003 RW 001. Penangkapan keduanya berawal dari informasi masyarakat yang curiga dengan aktivitas keduanya. Kemudian polisi melakukan penyelidikan Rabu dini hari kemarin.

“Kami masuk ke dalam hutan yang jaraknya dari jalan besar sekitar 250 meter. Dan, memang dari jalan besar tidak akan terlihat apa-apa, hanya hutan saja,” ujar Kasat Res Narkoba Polres Karimun, AKP Rayendra usai penangkapan.

Saat anggota Sat Res Narkoba masuk ke dalam hutan, katanya, di dalamnya terdapat satu gubuk. Lantas, gubuk ini langsung dikepung. Kemudian, diperintahkan untuk dibuka. Dari dalam gubuk terdapat satu orang pemuda bernama Adi.

Ketika diinterogasi pengakuannya ia hanya sendirian dan bekerja menambang pasir. Memang, tidak jauh dari gubuk tersebut ada pertambangan pasirnya. ”Namun, kami tidak begitu saja percaya,” kata Rayendra.

Karena saat penggeledahan ditemukan alat hisap sabu dan juga botol yang dijadikan alat untuk menghisap ganja. Serta ada potongan-potongan kertas pembungkus yang biasa dugunakan untuk membungkus ganja. Dengan temuan ini, tersangka Adi akhirnya mengaku bahwa dia tidak sendirian. Melainkan, bersama rekannya bernama Junaidi,” paparnya.

Rabu dini hari langsung mendatangi rumah Junaidi. Awalnya, memang tidak mengaku. Bahkan, sampai di bawa ke gubuk juga tidak mengaku. Setelah dipertemukan keduanya baru mengaku memang ada menanam pokok ganja. Penanaman juga terpisah dan disembunyikan diantara pohon-pohon hutan. Tujuannya agar tidak dapat terdeteksi. Yang sudah jadi pohonnya ada tiga yang ditanam di tiga lokasi berbeda yang tidak jauh dari gubuk.

Kemudian, ada satu tempat di dalam hutan juga yang memang sengaja dibentuk seperti rimbunan hutan. Namun, setelah rimbunan tersebut dibuka, maka ada jalan dan sedikit tanah lapang 2x 2 yang dijadikan tempat menanam dan menyemai bibit ganja. “Total barang bukti yang ditemukan terdiri dari tiga batang pohon ganja dan dua puluh bibit ganja yang masih kecil di dalam gelas-gelas bekas air mineral,” ungkapnya.

Menyinggung tentang asal bibit ganja, Rayendra menyatakan, berdasarkan pengakuan dari tersangka Junaidi bahwa bibit ganja yang ditanam ini berasal dari biji-biji ganja yang dibelinya. ”Kemudian, dilakukan uji coba dan berhasil sudah jadi pohon ganja yang bisa dipanen dengan ketinggian sekitar 35 centi meter. Dari tiga batang pohon ganja tersebut kita lihat memang sudah ada dahannya yang di gunting untuk dikonsumsi sendiri. Untuk tiga batang pohgon ini sudah berusia 2 sampai 3 bulan,” jelasnya.

Selain itu, tambah Rayendra, semua pohon ganja yang diamankan dari lokasi bertujuan untuk digunakan sendiri. Karena, pengakuan Junaidi sudah sejak SMP biasa mengkonsumsi ganja. Bahkan, Junaidi dan Adi biasa memakai ganja dan sabu bersama-sama. Misalnya, sebelum bekerja menambang pasir. (san)

Advertisement
loading...