batampos.co.id – Harga bawang putih di beberapa pasar di Kabupaten Bintan melonjak naik hingga Rp 10 ribu per kilogramnya. Biasanya dijual Rp 30 ribu, sekarang Rp 40 ribu per kilogramnya. Naiknya harga bawang putih tersebut akibat stok berkurang karena tertahan di Kota Batam.
“Lagi bermasalah, karena tertahan di Batam Tapi sudah dalam proses tindak lanjut,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bintan, Khairul.
Khairul berharap, persoalan bawang putih sebagai barang impor yang masuk melalui kawasan FTZ Batam segera selesai. Agar pendistribusian bawang putih ke Bintan segera dilakukan. Sementara itu, ketersediaan pangan beberapa komoditi dilaporkan cukup untuk beberapa bulan ke depan. Seperti ketersediaan stok beras mencapai 4.813.925 kilogram (Kg) dengan kebutuhan 1.474.397 Kg per bulan maka bisa dipastikan cukup untuk 98 hari ke depannya.
Sedangkan untuk ketersediaan stok minyak goreng mencapai 540 kilo liter dengan konsumsi per bulan mencapai 182 kilo liter, maka cukup untuk 95 hari ke depannya.”Beberapa komoditi juga kita pantau, seperti ketersediaan gula, telur ayam, daging sapi, cabai rawit, cabai merah masih aman. Meski harganya fluktuatif mengikuti pasar,” ungkapnya.
Kemudian untuk komoditas harga barang, harga cabai merah keriting naik berkisar Rp 2 ribu dengan harga pasaran Rp 52 ribu per kilogram. Namun harga cabai hijau turun Rp 4 ribu dengan harga pasaran Rp 36 ribu per kilogramnya.
Bupati Bintan, Apri Sujadi meminta beberapa dinas terkait, untuk memastikan stok bahan pangan, khususnya persiapan menjelang bulan suci Ramadan 1439 H sekitar kurang lebih 1 bulan lagi.”Persiapan stok bahan pangan harus sudah diantisipasi sedini mungkin,” ujarnya.
Apri meminta, Dinas terkait agar sedini mungkin dilakukan sidak ke gudang-gudang yang ada di Kabupaten Bintan. Tujuannya untuk memastikan stok dan kualitas bahan makanan yang tersedia.”Saya minta, Dinas terkait turun langsung ke lapangan. Cek betul-betul ketersediaan stok pangan,” pungkasnya.(met)
