
batampos.co.id – Tahun ini Pemko Batam akan membangun pasar tradisonal atau pasar rakyat yang berstandar nasional yang memiliki unsur pasar sehat, aman, sadar dan tertib ukur. Pasar tersebut nantinya akan dinamakan Pasar Makmur Serumpun.
Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Pasar Disperindag Kota Batam, Zulkarnaen kepada Batam Pos saat menggelar pertemuan dengan perwakilan puluhan pengelola pasar tradisional se-Batam di aula Disperindag Batam, Kamis (5/4) siang.
“Anggaran pembangunan Pasar Makmur Serumpun dari APBN atau Kementerian Perdagangan. Pembangunan satu pasar nantinya dianggarkan Rp 6 miliar. Wali Kota Batam nantinya menginginkan tiap kecamatan dibangun satu Pasar Makmur Serumpun,” ujar Zulkarnaen.
Rencana pembangunan pasar tradisional berstandar nasional, lanjutnya, untuk mendukung program Wali Kota Batam dalam memajukan sektor pariwisata di Batam.
“Kami dari Disperindag mencoba untuk menjadikan pasar itu sebagai salah satu destinasi tujuan wisata di Batam. Kenapa tidak, itu bukan hal yang mustahil untuk bisa diwujudkan. Pasar di Batam ini ada banyak, sekitar 51 pasar,” terangnya.
Disperindag sendiri akan memantau dan mempelajari langsung mengenai Pasar Makmur Serumpun yang akan dibangun tahun ini dan akan dijadikan pilot project sebagai pasar yang sehat, aman, sadar dan tertib ukur.
“Rencana pembangunan pasar tradisional berstandar nasional ini mendapatkan dukungan dari pengelola pasar tradisional yang ada saat ini di Batam. Antusias para pedagang pasar pun juga mendukung adanya pasar berstandar nasional dibangun di Batam,” katanya.
Masih kata Zulkarnaen, nantinya satu Pasar Makmur Serumpun diperuntukkan kepada 200 pedagang, terutama untuk para pedagang kaki lima.
“Kami akan tampung para PK 5 ini berjualan di Pasar Makmur Serumpun nantinya. Hal tersebut agar kekhawatiran masyarakat yang tadi banyak sekali kami lihat para PK 5 ini berjualan menggunakan badan jalan, sehingga mengganggu pengguna jalan,” ujarnya.
Pembangunan pasar tradisonal berstandar nasional, lanjutnya, merupakan salahs atu solusi Pemko Batam agar para PK 5 tak lagi berjualan di badan jalan atau trotoar jalan.
“Nantinya Pasar Makmur Serumpun ini aturannya agak ketat. Tak boleh orang menjual kiosnya lagi ke pedagang atau pihak lainnya. Hal itu untuk menghindari adanya calo atau broker kios atau lapak pasar. Orang yang menempati kios di Pasar Makmur Serumpun harus orang yang berjualan di pasar tersebut,” terangnya.
Tahap awal pembangunan Pasar Makmur Serumpun, akan dibangun di Tanjungpiayu Seibeduk sebagai pilot projectnya. Kalau ternyata berhasil, maka akan dibangun Pasar Makmur Serumpun lainnya di seluruh kecamatan se-Batam.
“Kami berharap semua pasar di Batam nantinya bisa jadi destinasi wisata seperti di Balai atau Bintaro,” terangnya.
Masih kata Zulkarnaen, pertemuan yang digelar Disperindag dengan puluhan pengelola pasar tradisonal, ingin mendengar langsung apa masalah para pedagang atau pengelola pasar selama ini.
“Masalah jangan dipendam-pendam. Ternyata selama ini ada komunikasi kami dengan pengelola pasar terputus. Makanya kami kumpulkan mereka. Ternyata para pengelola pasar tradisional di Batam kebingungan mau mengadu ke siapa. Sebab mereka tak punya asosiasi atau wadah,” terang Zulkarnaen.
Makanya, lanjutnya, Disperindag Batam mengusulkan kepada puluhan pengelola pasar tradisional, agar dibuat wadah untuk asosiasi mereka.
“Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya digelar Disperindag Batam. Ke depan kami akan sering menggelar pertemuan serupa, agar tahu masalah apa yang harus diuraikan dan yang bisa Disperindag bantu,” ujar Zulkarnaen mengakhiri. (gas)
