Selasa, 10 Februari 2026

Apa yang Ditunggu Warga Terkena Dampak Pembangunan Dam Sei Gong segera Cair

Berita Terkait

Pekerja menggesa pembangunan Bendungan Seigong, Barelang, Senin (14/8). Bendungan Seigong ini sudah mencapai 50 persen pengerjaanya. Dan nantinya airnya akan menyuplai untuk air di batam. Jadi warga Batam tidak perlu khawatir krisi air. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dana kerohiman untuk warga di sekitar kawasan pembangunan Waduk Sei Gong akan segera cair minggu depan.

“Sekarang tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Gubernur, maka akan langsung dikasih. Mudah-mudahan dalam minggu depan ada,” kata Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto di Gedung BP Batam, Jumat (6/4).

Sayangnya ia belum mengetahui berapa besaran dana kerohiman tersebut. Nilainya ada di tangan tim appraisal atau tim independen yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan BP Batam.

“Tim appraisal yang ditunjuk sudah berpengalaman menangani masalah-masalah sosial di Jakarta, Lampung dan lainnya. Nilai dari dana itu diperoleh lewat rumusan mereka,” jelasnya lagi.

Rumusan itu diperoleh setelah mereka melakukan survey langsung ke lapangan.

Sedangkan Ketua Pelaksana Tim Terpadu untuk penyelesaian masalah Sei Gong Syamsul Bahrum mengatakan sebenarnya dana kerohiman akan diberikan sejak Maret silam. Namun karena kesibukan Gubernur, maka hingga awal April ini belum terealisasi juga.

SK sudah di Sekda, tinggal menunggu Gubernur tandatangan baru kami bisa berikan ganti rugi,” ujarnya.

Syamsul menjelaskan, terpenting adalah sudah terselesaikannya proses verifikasi data penerima yang dikerjakan tiga tim di lapangan. Setiap tim terdiri atas mereka yang memang memiliki kapasitas untuk menghasilkan data dengan perhitungan yang akurat. Sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Mereka bekerja setelah mendapatkan data dari BP Batam. Setelah data diperoleh maka diverifikasi oleh tim verifikasi independen dan terakhir adalah proses finalisasi oleh tim verifikasi internal.

Dan yang pasti, nilai dari dana kerohiman tersebut dihitung dengan memperhatikan nilai ekonomisnya. Sehingga sebuah pohon tidak dihargai hanya sebatang. Namun juga diperhitungkan berapa hasil dari buah yang dihasilkan sebatang pohon tersebut. (leo)

Update