Bupati Bintan Apri Sujadi menyalami perangkat desa di Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bintan, Jumat (6/4). F. Koninfo untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan membuat gebrakan baru untuk menggerakkan ekonomi masyarakatnya. Salah satunya, membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di semua desa.

Iklan

“Kita ada 36 desa, targetnya tahun ini BUMDes sudah terbentuk di semua desa hingga akhir tahun ini,” ujar Bupati Bintan Apri Sujadi, Jumat (6/4).

BUMDes ini diproyeksikan menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan. Sumber dana BUMDes itu dari alokasi Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN sebesar Rp 30,903 miliar. Kemudian akan dikucurkan juga ke Anggaran Dana Desa (ADD) untuk 36 desa yang bersumber dari APBD Kabupaten Bintan sebesar Rp 50,075 miliar.

”Jadi, total keseluruhan anggaran Rp 83,978 miliar untuk 36 desa,” ungkapnya.

Rata-rata per desa di Kabupaten Bintan akan memiliki dana sebesar Rp 2,3 miliar. Oleh karena itu, tegas dia, BUMDes harus mempunyai peran dalam menggerakkan ekonomi desa.  “Makanya pengelolaan dan pemanfaatannya harus tepat dan berputar,” kata Apri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengatakan, saat ini Kabupaten Bintan setidaknya sudah memiliki 32 BUMDes, hanya empat desa yang belum memiliki BUMDes.

”Bila 36 desa memiliki BUMDes dengan manajemen yang profesional, kami akan menjadi kekuatan baru perputaran ekonomi di desa,” tutur dia.

Jika ekonomi di desa berputar dengan baik, ia yakin akan menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Selain itu, jika desa sudah memiliki PADes, Kepala desa harus membuat program baru seperti bantuan beasiswa kepada anak-anak desa, tambahan insentif kepada RT dan RW di desa, serta program lain.

”Target akhirnya seluruh desa bisa mandiri dan mampu menghidupkan rumah tangganya sendiri,” pungkasnya.(met)