Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusumarjadi (Boni Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Kepala Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Batam Didi Kusumarjadi bahkan menyampaikan ia sampai memberikan hukuman pada kepala puskesmas yang tidak menjalankan program-program Dinkes di wilayah mereka masing-masing. Termasuk edukasi kepada masyarakat perihal pentingnya gizi untuk anak-anak.

“Saya tekankan betul untuk menjalankan program kepada masyarakat. Kalau tidak mereka langsung saya jemur di depan kantor, biar kepanasan,” kata Didi ketika ditemui di Kantornya di Kecamatan Sekupang, Batam, pada Jumat (6/4).

Didi melanjutkan, apa yang menimpa Vania bocah yang belum genap satu tahun itu sejatinya merupakan kasus baru yang memang menjadi perhatian serius untuk dicari solusinya segera. Kasus Vania berakar dari ketidaktahuan ibunya bahwa diusinya yang baru berjalan dua bulan, Vania tidak boleh diberikan susu kental manis.

Untuk melakukan pencegahan agar kasus ini tidak lagi terjadi, kaser posyandu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diharapkan bisa melakukan sosialisasi lebih gencar lagi.

“Kalau sebelumnya beberapa warga ada yang tidak datang membawa anaknya ke posyandu. Maka petugas kita akan kita arahkan untuk mendatangi rumah warga untuk memberikan edukasi,” kata Didi lagi.

Dengan begitu, warga yang cenderung acuh terhadap himbauan kesehatan dan pengetahuan gizi anak ini tahu betapa pentingnya menjaga asupan gizi untuk anak-anak mereka. Kalaupun tidak, mereka setidaknya bisa menghindari hal-hal yang akan membuat anak-anak mereka mengalami gangguan kesehatan.

Sejauh ini, Didi mengungkapkan Dinkes Batam cukup maksimal dalam upaya menjalankan tugasnya di lapangan. Hal ini ditandai dengan sebaran petugas yang sudah ada di tiap kampung di Batam.

Hal ini memudahkan koordinasi lanjutan untuk dilakukannya tindakkan medis terhadap pasien-pasien yang harus mendapat perawatan di rumah sakit.

(bbi/JPC)

Advertisement
loading...