batampos.co.id – Ujian Nasional tingkat SMA yang digelar serentak mulai, Senin (9/4) menjadi momen yang berarti bagi siswa kelas XII SMAN 11 Pulau Buluh, sebuah Pulau du luar Pulau Batam.
Butuh perjuangan yang panjang agar bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar di gedung SMKN 5 Batam di Seipelenggut, Sagulung di Pulau Batam. Mereka harus keluar lebih pagi agar tidak ketinggalan materi ujian mereka.
Sebelum berangkat ke lokasi ujian, mereka harus terlebih dahulu kumpul di sekolah mereka. Setelah itu mereka nyebrang menggunakan pompong (kapal kayu) yang disediakan pihak sekolah ke pelabuhan Sagulung di Pulau Batam.
“Dari pelabuhan baru naik bus (jemputan) ke SMKN 5. Total waktu (perjalanan) yang dibutuhkan sekitar 15 sampai 20 menit,” ujar Kepala SMAN 11 Sumiati.
Hari pertama kemarin, kata Sumiati proses keberangkatan 67 siswa peserta UNBK dari pulau Buluh ke lokasi ujian berjalan lancar adanya. Mereka tak terlambat sehingga tak terkendala pada pelaksanaan ujian tersebut.
“Alhamdulilah semuanya aman terkendali. Semua siswa (peserta UNBK) ikut semua,” tuturnya.
Dijelaskan Sumiati, SMA yang dipimpinnya itu belum bisa melaksanaan UNBK di gedung sekolah sendiri sebab keterbatasan fasilitas sekolah.
“Persoalan utama listrik. Kami belum punya aliran listrik (PLN) di sana. Selama ini pakai genset dan itu tak bisa untuk UNBK,” ujar Sumiati.
Untuk unit kompter diakui Sumiati mencukupi meskipun jumlahnya masih pas-pasan.
“Siswa kami belum begitu banyak jadi komputer bisalah kami usahakan. Tapi itu tadi tak ada listrik jadi macam mana mau pakai komputer dan jaringannya,” tuturnya. (eja)
