Sabtu, 18 April 2026

Sambut Dunia Kerja, SMKN 5 Matangkan Siswa yang Akan Tamat

Berita Terkait

Hilda Herasmus, dari Sekretariat Himpunan Kawasan Industri Kepri, menjadi pembicara di hadapan Siswa dan Siswi SMKN 5 Batam di Sagulung yang mengikuti pelatihan soft Skill dan Kiat sukses seleksi masuk dunia kerja yan diadakan oleh bursa kerja khusus oleh SMKN 5 Batam, Sabtu (7/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Batam di Sagulung gelar pelatihan Soft Skill dan Kiat Sukses Seleksi Masuk Dunia Kerja kepada siswa kelas XII angkatan ketujuh selama lima hari dimulai, Sabtu (7/4) hingga Kamis (12/4). Ini bertujuan untuk mematangkan kemampuan soft skill siswa kelas XII yang sebentar lagi akan tamat dan memasuki dunia kerja.

Kepala SMKN 5 Batam Agus Sahrir mengatakan, melalui pelatihan ini siswa yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional (UN) itu akan dilatih tentang tata cara melamar kerja hingga tingkah laku atau atitude sebagai pekerja yang berkompeten jika nanti langsung diserap sebagai tenaga kerja. “Selama ini belajar terkait materi dan kemampuan kerja. Padahal di dunia kerja tidak saja kemampuan yang dibutuhkan tapi juga atitide. Kalau atitude tidak bagus tentu akan bermasalah juga nantinya,” ujar Agus saat membuka pelatihan tersebut, Sabtu (7/4).

Siswa yang mengikuti pelatihan tersebut sebanyak 342 orang yang memiliki oreantasi untuk bekerja jika mereka lulusa nanti. Mereka akan dibekali oleh pemateri dari berbagai perusahaan yang berkompeten di kota Batam. “Pematerinya tentu dari pihak Industri. Ada tiga perusahaan yang mau manjadi pemateri,” ujar Agus.

Setelah mengikuti kegiatan peserta pelatihan diharapkan mendapat pengetahuan yang lebih sehingga nanti tidak kewalahan saat bersaing untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. “Kalau kemampuan oke ditambah atitude bagus tentu akan diterima. Dua-duanya harus imbang. Nggak bisa kalau skill saja tanpa atitide yang baik,” pesan Agus.

Koordinator acara pelatihan Noviarti menambahkan, pelatihan tersebut juga sejalan dengan program revitalisasi SMK yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo untuk mencetak lulusan siap kerja. Sebagai sekolah kejuruan SMKN 5 juga harus memikirkan cara yang tepat untuk menggiring siswa-siswi mereka agar nantinya langsung diserap sebagai tenaga kerja. “Inilah salah satu wujud pelaksaan program revitalisasi SMK itu. Sekolah punya tanggung jawab untuk mempersiapkan anak-anak ini dengan baik agar nantinya tidak jadi pengangguran,” ujar Noviarti.

Untuk mewujudkan program tersebut, selama di sekolah siswa juga sudah disiapkan secara matang terkait kemampuan kerja mereka nanti. Salah satunya adalah menggandeng kerja sama dengan industri untuk membuka kelas industri di SMKN 5 Batam. “Itu sudah berjalan yakni kelas Cyclect (PT Cyclect),” ujar Noviarti.

Senada disampaikan oleh Sekretariat Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Hilda Herasmus yang datang sebagai pemateri. Menurutnya pelatihan seperti itu sangat penting untuk mempersiapkan kemampuan siswa dalam memasuki dunia kerja. “Persaingan kerja semakin ketat saat ini, sekolah-sekolah yang beroreantasi kerja harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan agar anak-anak ini tidak kakuh saat memasuki dunia kerja nanti,” tuturnya.

Dia juga berharap agar persiapan tenaga kerja lokal seperti yang dilakukan SMKN 5 ini harus lebih baik lagi kedepannya. “Bila perlu kita sebagai pekerja lokal harus dilevel teratas. Memang agak berat tapi harus dimulai dari sekarang. Anak-anak seperti ini harus benar-benar dipersiapkan. Kalau nggak kalah (bersaing) kita nanti dengan tenaga kerja asing,” ujarnya. (eja)

Update