batampos.co.id – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono S.E, M.M,. memimpin langsung pelaksanaan patroli udara disekitar wilayah Selat Malaka, Minggu (8/4/2018).

Iklan

Pangarmabar memimpin langsung patroli udara tersebut dengan menggunakan pesawat patroli udara Maritim milik TNI AL jenis Cassa P-852. Pelaksanaan patroli udara dimulai dari perairan Aceh Utara, menyisir kearah timur Tanjung Jamboaye, kemudian menyisir tenggara Aceh disekitar Perairan Pereula-Langsa-Pangkalan Susu dan Ron di Kualanamu Medan.

“Patroli udara maritim ini kami laksanakan secara rutin. Dimana wilayah-wilayah perairan Indonesia bagian barat yang rawan menjadi fokus patroli,” ujar Pangarmabar.

“Pemantauan situasi keamanan perairan melalui patroli udara kita laksanakan dengan menggunakan Pesawat Patmar TNI AL jenis Cassa P-852, dimana fokus wilayah adalah Selat Malaka” imbuhnya.

“Saya ingin memastikan keadaan dan situasi Selat Malaka dipantau dari udara dalam keadaan aman, tidak ada pelanggaran maupun aktifitas ilegal. Hal ini penting kita lakukan, karena kehadiran unsur-unsur Koarmabar dalam melaksanakan patroli dilaut adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna laut” tegas Pangarmabar.

Selama pelaksanaan patroli udara situasi perairan Selat Malaka terpantau dalam keadaan kondusif. Pesawat Patmar MPA Monitoring situasi Selat Malaka hingga di perairan Asahan dan landing di Medan. Monitoring MPA dengan menggunakan Radar Deteksi tidak ditemukan aktifitas ilegal yang mencurigakan. Hanya aktifitas rutin pelayaran kapal-kapal besar dan kapal-kapal nelayan lokal.

Pesawat Udara Patroli Maritim Cassa NC-212 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dengan kode P-852 yang memiliki survaillance system Type Thomson yaitu Radar yang mampu deteksi obyek/kapal dari ketinggian maksimal 5000 feet dengan data-data berupa halu/arah, kecepatan dan posisi. Juga bisa berfungsi sebagai radar cuaca dan radar navigasi. Selain itu pesawat ini dilengkapi dengan Forward Looking Infra Red (FLIR) yang dapat mendeteksi obyek berupa gambar dari ketinggian maksimal 5000 feet. (*)