Kios liar yang dibangun di lahan hijau dekat pasar seken Aviari, Batuaji, Kamis (5/4). Kios liar ini banyak dikomplin oleh warga karena membuat macet jalan. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pembangunan kios liar di daerah pasar seken aviari terus berlanjut, senin (9/4). Padahal jelas pengembangan kios liar ini melanggar dan merugikan pengembang properti resmi seperti pertokoan.

“Kami yang punya properti pertokoan dalam hal ini sangat dirugikan. Kita jelas-jelas membayar pajak, mereka tidak. Tetapi mereka dibebaskan oleh pemerintah,” kata Werton Panggaben, Senin (9/4).

Pengusaha sekaligua anggota komisi III DPRD kota Batam ini mengatakan, dengan dibiarkannya kios liar di daerah ini, maka akan memancing oknum lainnya untuk bangun kios liar di titik yang baru.

Menurutnya, pemerintah harus memberikan rasa keadilan kepada semua masyarakat.

“Kemarin sudah disampaikan bahwa pembangunan kios liar yang baru tidak boleh lagi. Tapi buktinya, itu tak kunjung ditertibkan,” katanya.

Politikus Gerindra tersebut menambahkan, pihak kecamatan dan Satpol PP harus bertindak tegas. Apalagi kontrobusi dari kioa liar tersebut tidak ada sama sekali untuk Kota Batam.

“Itu disawakan mahal. Padahal hanya kios liar. Sementara pertokoan tidak laku. Dan orang pasti memilih kios liar karena memang lebih murah daripada ruko. Tapi ingat, kios liar tak ada kontribusinya. Bahkan merusak ruang terbuka hijau,” katanya.

Sementara itu Camat Batuaji, Ridwan tetap meminta pengelola untuk menghentikan pembangunan kios liar tersebut. Ia juga meminta agar Satpol PP menertibkan kios liar tersebut.

“Sudah berkali-kali saya katakan, tidak diizinkan bangun kios liar di sana,” katanya.

Beberapa waktu lalu,Kabid Trantibum Satpol PP Kota Batam Imam Tohari menegaskan bahwa surat dari Satpol PP terkait penertiban kios liar tersebut belum ia terima. Dan ia mengatakan bahwa pembangunan kios liar di sana berdasarkan keputusan dari RT/RW.

“Mana suratnya, belum pernah saya terima. Saya juga kurang tahu masalah kios liar itu,” katanya. (ian)