Iklan

batampos.co.id – Sebelum membaca artikel ini lebih lanjut. Sila cermati gambar diatas. Pikir baik-baik.

Oke silakan lanjut membaca…

Yup Anda benar…..

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi korban informasi palsu atau hoax di dunia maya. Kali ini, foto mantan Gubernur DKI Jakarta itu diedit sedemikian rupa. Sehingga, seolah-olah mengenakan kaus dengan tanda pagar atau tagar yang saat ini sedang heboh, yakni #2019GantiPresiden.

Dalam foto yang didapat JawaPos.com. Jokowi di foto itu memakai kaus putih. Lantas di bagian dadanya terdapat sebuah tulisan #2019GantiPresiden. Di Foto itu tampak Jokowi diapit oleh tiga biarawati. Kaesang Pangarep si putra Jokowi juga ada di foto itu.

Saat dikonfirmasi, ‎Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, foto yang beredar di media sosial adalah hoax.

“Jadi hoax ya (foto tersebut),” ujar Johan kepada JawaPos.com, Selasa (10/4).

Menurut Johan, masyarakat jangan gampang percaya hal-hal yang belum terbukti kebenarannya. Kata dia, bisa saja ada oknum iseng yang sengaja ingin merusak citra Presiden Jokowi.

“Kalau di medsos mudah untuk membuat hoax, fotonya diganti misalnya,” katanya. Pernyataan yang disampaikan Johan segaris dengan fakta di foto asli. Dari foto yang ada, Presiden Jokowi hanya mengenakan kaus putih polos. Tidak ada tulisan apa pun.

Penelusuran JawaPos.com, foto sebenarnya diambil saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Jogjakarta pada 31 Desember 2017. Kebetulan, di tengah aktivitas padatnya, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan santai di Malioboro.

Tentu saja, peristiwa sebenarnya jauh dari momen munculnya tagar #2019GantiPresiden yang muncul belakangan ini. Tagar #2019GantiPresiden ramai dengan adanya kaus dan gelang. Tujuan gerakan itu, menyerukan kepada masyarakat untuk mengganti Presiden Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Gerakan #2019GantiPresiden digagas oleh Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. ‎Dia tidak ingin Jokowi melanjutkan kepemimpinannya di periode selanjutnya.

Presiden Jokowi juga di berbagai kesempatan selalu mengeluhkan saat ini banyak yang menyerangnya dengan berita-berita hoax atau fitnah. Misalnya mulai dari isu antek asing hingga isu antek PKI. Ironisnya, itu dilakukan dengan memfitnah melalui foto-foto yang diedit.

Menurut dia, kritik atas segala yang dikerjakan pemerintah sangat wajar, bahkan sangat dibutuhkan. Namun, dia meminta agar kritik yang dilontarkan dibangun atas data yang benar. Bukan asal bicara ataupun menyebar berita fitnah.

‎Jokowi juga diketahui sudah memberikan komentar mengenai gerakan #2019GantiPresiden. Jokowi tidak ambil pusing dengan gerakan #2019GantiPresiden yang belakangan ramai disebut-sebut di media sosial. Menurut Jokowi, gerakan mencetak kaus seperti itu tidak akan mampu mengganti presiden.

Foto sebenarnya saat Presiden Jokowi berkunjung ke Jogjakarta pada 31 Desember 2017. Dia hanya mengenakan kaus putih polos. (Istimewa)

“Masa kaus bisa mengganti presiden?” kata Jokowi saat berpidato dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, (7/4).

Jokowi mengatakan perubahan jabatan presiden sepenuhnya berada di tangan rakyat. Yang bisa mengganti presiden, kata Jokowi, adalah rakyat.

“Kalau rakyat itu berkehendak, ya bisa. Tapi kalau rakyat tidak mau, ya tidak bisa,” tegas Jokowi.

(ce1/gwn/JPC)