batampos.co.id – Angka kemiskinan di Karimun melonjak. Saat ini tercatat 7,41 persen. Peningkatan tersebut terjadi sejak 2017 lalu yang pergerakannya hampir satu persen. Sebelumnya tak sampai 7 persen.
Berangkat dari kondisi itu, tahun ini Pemerintah Kabupaten Karimun fokus melakukan pengentasan kemiskinan. Hal itu sesuai visi dan misi Karimun dalam membangun tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga nonfisik. ” Salah satunya mengentaskan kemiskinan,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq, Selasa (10/4).
Menurutnya, ada beberapa program yang sudah disusun untuk pengentasan kemiskinan. Di antaranya pembinaan penduduk terlantar. Untuk mengetahui ada atau tidak penduduk Karimun yang terlantar, salah satu caranya dengan turun ke lapangan. Bisa saja penduduk yang terlantar itu tinggal di rumah, hanya saja rumah yang dijadikan tempat tinggal itu menumpang ke orang lain. Sebab mereka tidak ada keluarga yang mengurus. Ini termasuk salah satu upaya pemerintah yang akan dijalankan untuk mengatasinya.
”Kemudian kita juga menyiapkan program peningkatan kesejahteraan keluarga miskin,” katanya.
Ia mencontohkan jika di dalam keluarga miskin tersebut ada anak sekolah, namun keluarga tidak mampu untuk membelikan pakaian sekolah, maka melalui program ini bisa dibantu. Bantuan termasuk bahan makanan. ”Bahkan ada juga paket mesin jahit yang kita berikan untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” jelasnya.
Program lainnya berupa program keluarga harapan (PKH). Untuk PKH dari kabupaten bentuknya berupa pemberian paket tambahan makanan bergizi untuk orang-orang yang berusia lanjut.
Pemerintah juga membantu keluarga miskin melalui pembentukan kelompok usaha bersama (KUB). Dengan mendapatkan pembinaan dari pemerintah, maka kelompok ini bisa membuat satu produk yang bisa dijadikan penghasilan tambahan keluarga. (san)
