Petugas BKIPM Tanjungpinang melakukan uji formalin di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang, Selasa (10/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Tanjungpinang melakukan uji formalin dan boraks ikan yang dijual di Pasar Bintan Centre, Tanjungpinang, Selasa (10/4).

Iklan

Pengecekan dengan metode Merck Formaldehyde Testkit tersebut dilakukan guna menjaga keamanan pangan pada produk perikanan yang dijual pedagang di pasar.
”Pengecekan untuk menguji kandungan zat-zat kimia berbahaya seperti formalin dan boraks,” jelas Kabag Pengendali Hama dan Penyakit Ikan BKIPM Tanjungpinang Risma Delima Simanjuntak.

Menurutnya, sampel yang diuji dari berbagai berbagai jenis ikan yang dijual oleh semua lapak pedagang ikan. Ada beberapa sampel produk perikanan seperti ikan asin sepat, ikan sarden, ikan selar, ikan gabus, ikan tongkol, bakso daging, bakso ikan, udang, dan es batu. ”Pemilihan sampel dilakukan secara acak,” ujar Risma.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan uji formalin terhadap semua sampel lanjut Risma, semua ikan yang dijual tidak terbukti menggunakan zat-zat berbahaya.
”Hasilnya negatif formalin, kalau mengadung formalin sampel akan berubah warna menjadi warna ungu,” katanya.

Jika mengandung formalin, kata Risma, produk perikanan sangat berbahaya bila dikonsumsi. Akibat yang dapat ditimbulkan seperti ginjal menjadi rusak, kerusakan saraf pusat, kerusakan hati hingga menyebabkan kanker. ”Secara rutin kami adakan tes produk ikan,” bebernya.

BKIPM Tanjungpinang bersama BPOM Kepri dan Dinas Kesehatan Tanjungpinang mengimbau kepada masyarakat bisa mengetahui ciri-ciri pruduk ikan yang mengandung formalin. Di antaranya bau busuk menyengat, insang berlendir warna merah tua, warna ikan putih, dijauhi lalat dan tidak terasa bau amis ikan. ”Masyarakat agar lebih jeli dan memperhatikan kondisi produk,” katanya.(odi)