Warga sedang menunggu pemutaran film Jelita Sejuba di bioskop XXITanjungpinang City Center (TCC), Selasa (10/4). F. Faradilla/batampos.co.id

batampos.co.idFilm Jelita Sejuba yang dibintangi Wafda Saifan Lubis dan Putri Marino menghadirkan euforia bagi warga Tanjungpinang. Selain karena aksi dua pemerannya, juga sudah pasti karena lokasi pengambilan gambar yang sebagian besar dilakukan di Natuna.

Raja Zafira menanti cemas di antara antrean mengular pembelian tiket di bioskop XXI Tanjungpinang City Center (TCC). Tiket yang akan menjawab seluruh rasa penasarannya terhadap film Jelita Sejuba. Sembari sedikit menggoyangkan tubuhnya, melunturkan harap-harap cemas, melihat antrean yang menuju ke dua loket pembelian tiket, belum juga berkurang.

Ujung jilbabnya ia untai ke jari manisnya, masih dengan greget khawatir. Khawatir tiket Jelita Sejuba telah ludes terbeli. Atau kebagian, namun hanya mendapat pilihan di kursi tak nyaman.

Fira, demikian gadis berkacamata bulat ini biasa disapa, lantas mengembangkan senyumnya. Seketika menatap layar pilihan kursi yang tidak banyak tersisa. Namun masih mendapatkan posisi yang nyaman. Di hari ke dua penayangan, Fira dan seorang sahabat yang diajaknya, lantas menuntaskan rasa penasaran akan kehadiran Jelita Sejuba. ”Puassss banget,” ucapnya rasa girang yang tersisa di hari ketiga.

Fira tidak satu-satunya penonton yang haus akan rasa penasaran oleh film yang dibintangi isteri dari Chicco Jerikho, Putri Marino. Kali ini, Fira kembali memboyong tiket Jelita Sejuba. ”Tapi untuk mama, mau nonton sama teman-temannya,” ucap Fira menggandeng sang ibu di sebelahnya usai mengantre pembelian tiket, Selasa (10/4).

Menurut Fira, ia hampir saja kehabisan tiket di hari ketiga penayangan Jelita Sejuba. Pasalnya, dalam dua hari belakangan, calon penontonnya kerap kali harus kecewa berhubung kehabisan tiket. Pukul 12:45 hingga 21:25 WIB , hanya beberapa kursi yang tersisa di sudut ruangan. Menurut penjual tiket, tiket habis terjual sejak penayangan pertama di Tanjungpinang (8/4)kemarin.

”Hari pertama ramai mulai malam. Karena mungkin baru tau. Terus ramai lagi sampai sekarang,” ujar petugas wanita bersanggul yang mengenakan seragam hitam ini.

Euforia kehadiran Jelita Sejuba tentulah tidak berlebihan. Mengingat film yang menggunakan lantunan lagu dari Anji sebagai salah satu lagu tematik filmnya, mengambil tempat di Natuna.

Kental dengan logat, budaya dan keseharian warga Melayu membuat warga Tanjungpinang merasa akrab dengan film tersebut. Tak ayal, tua muda, warga Tanjungpinang pecinta film, beramai-ramai menuju bioskop.

Rasa penasaran sontak berubah mengikuti suasana Jelita Sejuba. Ada riang, ada sendu. Seluruh tokoh pemain di Jelita Sejuba dirasa menjiwai kemelayuan dalam keseharian.
Bahkan pada lagu-lagu khas Melayu yang juga menjadi lagu tematik film, membangkitkan rasa yang berbeda di dalam ruang bioskop.

”Gimanaaa gitu rasanya, keseharian yang memang beda tipis dengan di sini,” tutur Asni salah satu penonton yang baru saja menyaksikan Jelita Sejuba.

Berbeda lagi kesan yang hadir pada Dede Aisyah. Ia mengaku penasaran menyaksikan Jelita Sejuba, untuk melihat keindahan alam Natuna. ”Selesai nonton makin penasaran mau ke sana rasanya. Alamnya keliatan bagus banget, apalagi di film ini,” ujarnya.

Kehebohan menyambut salah satu film Indonesia yang membanggakan ini, tidak kalah kehebohan yang dibuat oleh Dilan 1990. Dan juga film lainnya yang banyak diperbincangkan seperti Teman Tapi Menikah yang merupakan kisah nyata dari Ayudia Bing Slamet dan suaminya. Jelita Sejuba, nyatanya mampu memenangkan hati masyarakat Tanjungpinang dengan menghadirkan keseharian sebagai warga Melayu, dan diperankan oleh artis yang sedang naik daun. (aya)

Advertisement
loading...