
batampos.co.id – Kementerian Sosial (Kemensos) mengkaji pemberdayaan ekonomi masyarakat, lewat stimulus kredit usaha rakyat (KUR) ultramikro dengan plafon Rp2,5 juta. KUR ultramikro ini diharapkan mampu menstimulasi masyarakat berwiraswasta (entrepreneur).
“Pemerintah mempunyai lembaga keuangan seperti Pegadaian misalnya, bisa menyalurkan KUR ultramikro ini ke masyarakat,” ujar Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial (Badiklitpensos) Kementerian Sosial, Harry Z. Soeratin membuka rapat koordinasi pengembangan (rakorbang) sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan penyelenggaraan kesejahteraan sosial (kesos) regional I Sumatera di Harmoni One Hotel dan Convention Centre Batam, Selasa (10/4) malam.
Rakorbang tersebut berlangsung sampai Jumat (13/4), diikuti kepala dinas dari delapan provinsi dan 132 kabupaten/ kota yang berada di wilayah Regional I Sumatera. Penyelenggara kegiatan adalah Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera yang berkedudukan di Padang.
Dalam sambutannya, Harry menekankan bahwa kegiatan rakorbang ini bermakna strategis dan fundamental. Hasil rakorbang, akan menjadi langkah awal sekaligus titik pijak yang berpengaruh signifikan untuk mengupayakan terwujudnya koordinasi maupun sinkronisasi kebijakan dan program terkait dengan pengembangan SDM dan kelembagaan penyelenggara kesejahteraan sosial, yang diharapkan akan berkontribusi signifikan dalam mendukung percepatan pembangunan kesejahteraan sosial yang profesional, inovatif, dan kompetitif.
Pada bagian akhir sambutannya, Harry mengharapkan rakorbang dapat menghasilkan butir-butir kesepakatan untuk peningkatan koordinasi, sinkronisasi, dan akselerasi pelaksanaan program pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan kesejahteraan sosial.
Rakorbang ini dilaksanakan dua sesi utama, yaitu sesi pemaparan panel oleh para narasumber. Di antaranya Kepala Badiklitpensos, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Andalas, Kepala Biro Perencanaan, dan para Sekretaris Dirjen di lingkungan Kemensos RI. Sesi berikutnya focus group discussion (FGD) membahas pendidikan tinggi profesi dan vokasi pekerjaan sosial; penelitian dan pengembangan kesos.
Turut dibahas juga pendidikan dan pelatihan kesos; pengembangan profesi pekerja sosial dan penyelenggara sosial, serta sertifikasi pekerja sosial dan akreditasi LKS dan penyuluhan sosial.
Kadinsos Pemprov Kepri, Doli Boniara berterima kasih pada BBPPKS menjadikan Batam sebagai tempat penyelenggaraan acara. “Pariwisata Kepri nomor tiga di Indonesia. Di Batam aneka wisata bisa ditemui seperti wisata religius, belanja, spa, bahari, dan lainnya,” ujar Doli.
Doli berharap, rakorbang ini bisa merumuskan sinkronisasi program pusat dan daerah dalam mengentaskan persoalan sosial kemasyarakatan. (ash)
