Minggu, 19 April 2026

Kementerian BUMN Sudah Bahas Tanjungsauh dan Jembatan Babin

Berita Terkait

batampos.co.id – Menteri BUMN Rini sumarno mengatakan bahwa keterlibatan Pelindo dalam pembangunan pelabuhan kontainer Tanjungsauh dan jembatan Batam-Bintan sudah dibahas di tingkat kementerian. Bahkan sudah dibahas di level deputi.

“Tahap itu masih dalam tahap pembicaraan. Sudah di level deputy sekarang,” katanya usai meninjau Mal Pelayanan Publik, Kamis (11/4).

Sementara itu pimpinan Panbil Group Johanes Kennedy mengatakan bahwa pembangunanTanjungsauh ini diharapkan bisa dilakukan secepat mungkin. Apalagi sudah dilakukan MoU beberapa waktu lalu. Ia mengatakan untuk tahap awalnya nanti akan dilakukan pembangunan jembatan Batam-Tanjungsauh. Dan diprediksi biaya untuk pembangunan phase pertama ini mencapai Rp 13 Triliun.

“Kita berharap pembangunannya bisa dilakukan secepat mungkin,’ katanya.

Perusahaan yang kemungkinan besar terlibat dalam pembangunan mega proyek tersebut selain Panbil juga ada Pelindo dan CCC Company, Tiongkok.

Dalam MoU beberapa waktu lalu, perwakilan dari Pelindo, Sandi Wijaya juga berharap agar pembangunan Tanjungsauh ini bisa segera dilakukan. Pelindo akan menggunakan potensi yang ada agar pelabuhan internasional tersebut bisa segera terealisasi.

“Kami punya banyak pelabuhan di Sumatera. Ada si Sumatera Utara, ada di Aceh.Ini semua akan kita koneksikan untuk mendukung Tanjungsauh,” katanya.

Sementara itu, kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menyambut baik pembangunan Tanjungsauh. Apalagi proyek ini sejak beberapa tahun lalu sudah digembor-gemborkan tapi tak ada realisasi. Ini juga dibangun untuk mendorong pertumbuhan perekonomian di Batam. “Ini untuk menangkap pasar selat malaka,” katanya.

Menurutnya pembangunan di Batam harus terintegrasi untuk menumbuhkan perekonomian. Jembatan Batam-Bintan yang menghubungkan kedua daerah dinilai akan signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam dan Bintan. (ian)

Update