Sabtu, 18 April 2026

Pak Walikota Minta BP Batam Fokus Urus Industri

Berita Terkait

Kepala BP Batam, Lukita D Tuwo bersama Walikota Batam, Rudi SE

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku paham kini ekonomi Batam masih lesu. Untuk itu ia meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pemegang mandat pemerintah pusat untuk menarik investor di Batam fokus pada kegiatan utamanya tersebut.

“Tanggungjawab utamanya ada di BP Batam bukan Pemko Batam. Kami minta fokuslah utus industri, kalau enggak kasihan rakyat,” kata Rudi, Kamis (12/4).

Ia mengatakan, hal ini bukan tanpa alasan sektor yang jadi andalan Batam bertahun-tahun lamanya tersebut sedang mengalami masalah. Industri banyak yang hengkang. “Saya sebagai wali kota juga punya tanggung jawab sesuai Undang-undang 23 tentang Pemerintah Daerah,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya diberitakan Batam Pos ada satu perusahaan elektronik secara reguler akan mengurangi karyawannya karena sepi order. Jumlahnya tak tanggung, jika orderan tetap sepi sekitar 1000 karyawan terancam tidak dilanjutkan kontraknya. Ketika ditanya, Rudi mengaku belum mendapat informasi langsung hal ini namun ia kembali menegaskan tugas utama tentang investasi merupakan tanggung jawab BP Batam.

“Soal investasi ini di BP Batam, tapi sama-sama kita hadapilah. Saya kan panggil Kepala Disnaker untuk mengetahui hal ini nanti (kemarin) sore,” ucap dia.

Ia mengaku sekarang pihaknnya tak akan mampu urus Industri, karena sejatinya Pemko Batam tidak dipersiapkan untuk hal tersebut. Sebaliknya, BP Batam tidak dipersipakan untuk mengurusi masyarakat.

“Itu memang bukan bidang kami, tetapi kalau besok-besok serahkan ke kami pasti kami siapkan (SDM). BP Batam kan disipakan untuk urus industri. Tapi sekarang udah campur aduk,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Kepala Disnaker Batam Rudi Sakyakirti usai menghadap Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, soal tidak diperpanjangnya kontrak 1000 karyawan di salahs atu perusahaan elektronik di Batam tidak terjadi sekaligus. Dan bahkan tidak akan terjadi jika seandainya orderan kembali banyak.

“Dalam waktu berjalan kalau ada order lagi mereka akan merekrut yang baru untuk operator. Inini sebenarnya reguler sih . Semua perusahaan pasti kayak begitu,” kata dia.

Menurutnya semulanya rencana pemutusan pada persuahaan tersebut dilakukan dalam jangka waktu setahun. Ia berumpama misal sebulan sekitar 50 orang, jika ada order perusahaan akan merekrut kembali karyawan baru dengan jumlah yang disesuaiakan dengan orderan. “Jangan khawatir, ini rutin sebenarnya,” kata dia.

Soal nasib karyawan yang tidak diperpanjang kontraknya ia mengarahakan untuk mencari perusahaan lain, ia mengklaim selain ada perusahaan yang tidak memperpanjang kontrak perusahaanya, ada juga yang kerap menerima karyawan baru.

“Di tempat lain kan ada buka pekerjaan juga, masih ada yang buka,” pungkasnya. (adi)

Update