foto: viral

batampos.co.id – Kementerian Koordinator Bidang EKonomi sangat optimis bahwa konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan cara yang tepat untuk mengatasi kelesuan ekonomi di Batam. Pasalnya, di dalam wilayah KEK akan tercipta konglomerasi usaha yang mampu meringankan biaya produksi dan utilitas.

“KEK perlu dimunculkan supaya konglomerasi itu ada. Menciptakan skala ekonomi dimana harga produksi akan lebih murah begitu juga dengan ongkos listrik lebih murah karena digunakan bersama,” kata Deputi I Bidang Koordinasi EKonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir di Hotel Radison saat acara Diskusi antara Bank Indonesia (BI) Pusat dengan Media, Kamis (12/4).

Skala ekonomi adalah suatu fenomena turunnya biaya produksi per unit dari suatu perusahaan yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya jumlah produksi. Penyebab utama dari skala ekonomi adalah biaya-biaya tetap dalam produksi seperti biaya pembelian gedung, mesin atau infrastruktur produksi lainnya.

Peningkatan hasil produksi memungkinkan suatu perusahaan untuk mengalokasikan biaya-biaya tetap tersebut dalam komponen-komponen biaya produksi per unit. Komponen biaya tetap per unit akan menurun seiring dengan meningkatnya jumlah produksi.

Skala ekonomi ini sangat cocok jika terjadi di Batam karena dapat berperan menjaga kestabilan industri di Batam. Namun untuk menuju kesana, masih butuh waktu panjang. Pemerintah harus siap untuk memberikan insentif agar banyak investor yang tertarik untuk datang ke Batam.

Pemerintah pusat masih percaya bahwa KEK juga dapat membantu mengembalikan kejayaan industri.

“Jika mau menjadi negara berpendapatan tinggi, seharusnya pertumbuhan industri lebih besar dari pertumbuhan ekonomi. Tapi sekarang terbalik,” ujarnya.

Ia menilai bahwa pelemahan industri bukan hanya bermuara saja pada pelemahan ekonomi global. Tapi juga bersumber dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih lambat daripada waktu untuk mengekstrak sumber daya alam (SDA) menjadi bahan baku industri. Sehingga industri lokal di Batam sangat ketergantungan dengan impor bahan baku dari luar negeri.

Makanya vokasi pendidikan industri juga menjadi sarana penting sebagai pendamping kebijakan KEK yang diperuntukkan bagi tenaga kerja lokal.

“Ini konsen kami bagaimana industri kembali ke masa kejayaannya,” jelasnya.

Penerapan konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Batam sendiri akan segera dipercepat. Badan Pengusahaan (BP) Batam akan merencanakannya untuk segera berjalan pada tahun 2019.

“Sebagaimana yang sudah disampaikan, kami berharap pada 2019 sudah diputuskan KEK sudah bisa dijalankan,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Media Center BP Batam.

Prosesnya sedang digesa menuju ke sana. BP Batam akan melibatkan berbagai stakeholder penting seperti Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Bea Cukai (BC), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Kadin Batam dan Kepri, Apindo Kepri dan lainnya.

Dalam pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution telah disepakati bahwa upaya percepatan persiapan KEK Batam akan segera dilakukan.

“Kami sudah sampaikan dalam pertemuan itu dan kami juga ingin membahas lebih lanjut dengan pihak lainnya,” katanya.

Perlunya diskusi ini karena agar ketika KEK dilaksanakan, tapi tidak mengganggu kelancaran investasi yang selama ini sudah menunjukkan titik-titik kebangkitan.”Ini sesuai dengan keputusan Presiden agar segera dilakukan,” jelasnya.(leo)

Advertisement
loading...