Iklan
foto: Aricent

batampos.co.id – Kepri tercatat sebagai peringkat kedua sebagai penyumbang produk semi konduktor berteknologi menengah tinggi. Total kontribusi sekitar 37 hingga 40 persen dan semuanya diproduksi di Batam.

“Secara nasional peringkat kedua dan kedepannya akan lebih baik lagi karena kinerja ekspor Kepri akan membaik seiring perkembangan ekonomi global,” kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Dodi Budi Waluyo, Jumat (13/4).

Ia kemudian mengatakan volume perdagangan dunia diproyeksikan akan tumbuh sekitar 4,5 persen dan Kepri akan mendapatkan imbasnya.

“Batam sangat bergantung pada produk-produk manufaktur dan ekspor manufaktur Kepri berada di peringkat enam untuk se Indonesia,” paparnya.

Memang ini merupakan catatan penting juga yang memperlihatkan ketergantungan Kepri terhadap industri manufaktur.

“Kalau permintaan manufaktur global turun, maka Batam terkena dampak yang cukup besar,” paparnya.

Hal itu kata Dodi tidak berdampak pada daerah lain.

“Daerah lain mengandalkan ekspor Sumber Daya Alam dan itu tumbuh tinggi,” katanya.

Dodi mengatakan pada 2018 proyeksi ekonomi global menjadi angin segar untuk Kepri dan diprediksi pertumbuhan ekonomi dunia pada kisaran 3,6 persen dan pertumbuhan volume perdagangan dunia bertumbuh 4,5 persen. (leo)

Advertisement
loading...