foto: defense-studies.blogspot.co.id

batampos.co.id – Kemungkinan adanya ancaman pelanggaran batas wilayah utara Provinsi Kepulauan Riau di Laut Natuna mendapat perhatian dari Markas Besar TNI-AL. Komandan Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Tanjungpinang, Letkol Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan, mengatakan eskalasi ancaman di sana meningkat.

“Untuk itulah pimpinan TNI sendiri ingin merencanakan dalam membangun kekuatan dan menambah serta meningkatkan kekuatan juga keamanan di Anambas, Natuna terutama pada Batam dan Kota Tanjungpinang sendiri sebagai penyanggah bahaya yang akan masuk,” terangnya, Sabtu (14/4) lalu.

Dari sekian upaya peningkatan kekuatan pertahanan dan keamanan itu adalah pembangunan landasan gelinding (taxi way) di Tanjungpinang. Landasan ini adalah adalah jalan penghubung antara landasan pacu dengan pelataran pesawat (apron), kandang pesawat (hangar), terminal, atau fasilitas lainnya di sebuah bandar udara. Karena itu akan mempermudah operasi pesawat-pesawat di Tanjungpinang untuk beroperasi di wilayah udara Kepulauan Riau.

Apalagi, sambung Letkol Henoch, dalam waktu dekat ini status Lanudal Tanjungpinang akan naik menjadi kelas A.

“Pembangunan akses pesawat ini sangat penting karena kita akan mendapat penambahan dalam waktu dekat. TNI AL juga akan menambah alutsita, setelah jadi dalam waktu dekat juga pesawat akan berdatanagan,” ujarnya.

Agar rencana pembangunan fasilitas ini berjalan lancar, Letkol Henoch meminta dukungan dari masyarakat sekitar. Ia berjanji pembangunan ini tidak akan menggangu masyarakat dengan perencanaan yang matang dan baik. Pihaknya juga akan menyiapkan jalan sementara dan setelah jadi bisa dapat digunakan kembali dengan jalan yang sudah diaspal dengan sistem buka tutup.

“Jangan khawatir setelah dibangun meski dalam pengawasan tidak ada batasan bagi masyarakat dalam mepergunakan jalan tersebut,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Riono menyambut baik rencana tersebut. Riono menjelaskan jika yang berhubungan dengan pembangunan jalan tentunya berkaitan dengan kelancaran aksesbilitas.

“Dengan adanya hal demikian, kami ingin mengupayakan kelancaran akses ekonomi dan mempermudah akses orang dan barang. Akan tetapi jika itu kita buang karena faktor lain maka yang kita perhatikan adalah kemanan dan kenyamanan bagi penguna jalan tersebut,” paparnya. (aya)

Advertisement
loading...