
batampos.co.id – Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah memimpin gelar perkara kasus pembunuhan Chintya, (17/4) di ruang rapat Ditreskrimum Polda Kepri. Hasil gelar perkara, Jenderal bintang satu itu meminta kasus ini diusut kembali, demi mencari pelaku pembunuhan.
“Arahan (dari Wakapolda Kepri,red) itu intinya meminta didalami lagi fakta-fakta yang ditemukan di lapangan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, AKBP Hernowo, Selasa (17/4).
Ujung tombak dari pengusutan kasus diserahkan ke Polresta Barelang. Namun agar kasus cepat terungkap, Polda Kepri akan membantu sepenuhnya. “Kami full back up,” tegas Hernowo.
Dalam gelar perkara, kata Hernowo ada beberapa rekomendasi dari Wakapolda Kepri. Tak hanya itu, dihasilkan beberapa kesimpulan. “Ini kami sedang menyusun rekomendasinya, detailnya saya lupa,” ucapnya
Apakah akan dilakukan rekonstruksi ulang? “Bisa jadi, agar menjelaskan seluruh fakta yang ada,” tuturnya.
Hernowo menuturkan pihaknya sedang menyiapkan langkah awal pengusutan kembali kasus itu. “Tim sedang bekerja, nanti ada hasil kami sampaikan,” ujarnya.
Kasus pembunuhan Try Chintya Prasetya,17 cukup membuat masyarakat Kota Batam heboh. Jasad gadis cantik ini ditemukan dalam parit dekat Hotel Vista Batam, dengan luka di leher, 8 Agustus 2015 lalu.
Dari hasil otopsi menyebutkan Chintya meninggal akibat tusukan berkali-kali ke beberapa bagian tubuhnya. Di lokasi itu ditemukan juga kunci sepeda motor dan identitas korban. Sedangkan sepeda motor Honda Beat merah yang dikendari korban, baru ditemukan pihak kepolisian sehari setelah kejadian di halte minimarket Jodohcenter, Bengkong. Polisi menduga tempat itu hanya pembuangan jasad korban saja. Sedangkan aksi pembunuhan dilakukan di tempat lain.
Oleh sebab itu, polisi meminta rekaman CCTV milik minimarket Jodohcenter itu, sayangnya tak ada penampakan ke arah halte.
Polisi juga telah memeriksa puluhan saksi, termasuk suami Chintya yang baru dinikahinya seminggu lalu, dan mertuanya. Namun pihak kepolisian tidak menemukan titik terang atas kasus ini.
Dua setengah tahun berlalu, polisi kembali mencoba mengusut kasus ini. Dengan harapan dapat menemukan pelaku pembunuhan.
Kasus pembunuhan Chyntia yang terjadi di 2015 itu membuat semua orangtua khawatir, karena di tahun itu banyak terjadi pembunuhan. Dari catatan Batam Pos, di tahun itu ada tiga orang perempuan berusia belasan tahun jadi korban pembunuhan.
Juni 2015 polisi menemukan Dwi Wana Juli Anggi tewas dengan luka di leher di Bukit Dangas, selang beberapa waktu kemudian Agustus 2015 polisi mendapati jasad Chintya di parit dekat Hotel Vista. Rangkaian pembunuhan ini tak berhenti, karena September 2015 Dian Milenia, siswi SMAN 1 Batam ditemukan tewas di hutan Sei Ladi. Lokasi ditemukannya jasad para wanita muda berdekatan. (ska)
