batampos.co.id – Meskipun situasi ekonomi Kepri sedang tidak stabil, Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindrag) Provinsi Kepri bersama sejumlah legislator Komisi II DPRD Kepri memilih untuk tetap menghadiri kegiatan Halal Alimentaria Expo di Spanyol selama tiga hari. Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengatakan itu adalah kegiatan resmi.

Iklan

Kadisperindag Kepri, Burhanuddin mengatakan kehadiran pihaknya pada kegiatan tersebut adalah untuk melakukan promosi olahan makanan dan minuman dari Kepri yang beredar di pasar ekspor. Langkah tersebut, katanya, adalah salah satu strategi untuk mempromosikan Kepri.

“Ini bukan kunjungan kerja, tetapi ada program tahunan dan misi dagang Kementerian Perdagangan (Kemendag),” ujar Burhanuddin menjawab Batam Pos, Rabu (18/4).

Ditegaskan Burhanuddin, keikutsertaan Kepri dalam programĀ  pameran Halal Alimentaria Expo tersebut sepenuhnya ditaja oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Spanyol.

Lebih lanjut katanya, kegiatan tersebut diikuti oleh 123 negara.

“Setiap Provinsi diberi kesempatan secara bergiliran. Kita datang untuk berjualan hasil industri olahan makanan dan minuman halal yang ada di pasar ekspor,” tegas Burhanuddin.

Pria yang akrab disapa Boy tersebut juga mengatakan, jika tidak ada outputnya, pihaknya juga akan pikir-pikir untuk expo tersebut. Disebutkannya, produk-produk halal berupa olahanan makanan dan minuman yang diperkenalkan adalah berupa teh dan kopi.

“Sesuai permintaan Spanyol, yang kami tawarkan adalah teh dan kopi hasil produksi di Kepri yang sudah berada di pasar ekspor,” tutup Burhanuddin.

Sementara itu, legislator Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan Halal Alimentaria Expo adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli atau pengusaha. Menurutnya, Kepri adalah sebagai laluan ekspor tentu harus berani bermain dipasar tersebut.

“Tidak dipungkiri, sebagai pintu ekspor tentu harus kita manfaatkan setiap peluang yang ada,” ujar Iskandarsyah.

Legislator Dapil Karimun itu menjelaskan, salah satu tolok ukur baiknya pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah dilihat dari nilai ekspor. Atas dasar itu, Komisi II DPRD Kepri mendorong Kepri untuk berani dalam mengambil peluang yang ada sekarang ini.

“Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dari 16 sampai 19 April. Jadi harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan Kepri di pasar internasional, khususnya dalam bidang olahanan makanan dan minuman yang halal,” papar Iskandarsyah.

Terpisah, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak tidak menampik kepergian sejumlah Anggota Komisi II DPRD Kepri bersama Disperindag Kepri. Menurut Jumaga, kegiatan tersebut adalah resmi dan bisa memberikan output yang baik bagi pasar ekspor Kepri ke depan. (jpg)