
batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam telah menerima banyak ditemukan data fiktif saat petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) turun ke lapangan sejak Selasa (17/4) lalu.
“Laporan sementra yang kami terima memang banyak data yang masih lari-lari,” kata Agus, Kamis (19/4).
Data yang tengah dicoklik merupakan data pemilih tahun 2015 lalu. Ia menjelaskan dalam rentan waktu kurang lebih tiga tahun mungkin banyak yang terjadi. Sebab itu Pantarlih turun untuk memastikan jumlah pemilih pastinya.
Berbagai alasan bisa menyebabkan ditemukannya data fiktif atau nama terdaftar sedangkan orangnya sudah tidak ada.
“Bisa saja mereka sudah balek kampung namun tidak mengurus kependudukannya di Batam. Jadi masih terdaftar di sini,” terang Agus.
Pihaknya menurunkan 2.808 Pantarlih yang terdiri dari perangkat RT/RW hingga tokoh masyarakat setempat demi memastikan keberadaan masyarakat mereka.
“Karena melibatkan orang dalam makanya ketahuanlah warga yang masih ada di tempat mereka melakukan coklik,” imbuh Agus.
Berdasarkan data yang diterima dari KPU RI, tahun ini jumlah daftar penduduk pemilih potensial (DP4) Batam mencapai 826.300 jiwa.
KPU akan melakukan coklik data pemilih yang akan berpartisipasi di Pemilihan Legislatif (Pileg) April tahun depan selama satu bulan. Selanjutnya jumlah ini akan diserahkan ke pusat untuk ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Batam.(yui)
