Kios liar di Dapur 12

batampos.co.id – Bangunan liar semakin tumbuh subur di wilayah Seibeduk. Hal itu terlihat banyaknya kios liar yang baru dibangun, salah satunya di jalan Perumahan Puri Agung 2.

Di sisi kanan jalan tersebut ada sekitar dua hingga tiga kios liar yang baru dibangun. Kios liar itu umumnya dijadikan tempat usaha.

Lokasinya sangat mepet dengan jalan raya, bahkan saluran drainasenya sudah ditutupi oleh bangunan. Jarak antara aspal jalan dengan kiosnya tak lebih dari satu meter. Kondisi ini memperburuk kelancaran arus lalu lintas di jalan lingkungan itu. Ruas jalan yang sempit kerap menyebabkan kemacetan panjang di saat jam sibuk.

“Setiap sore pasti macet. Apalagi disitu ada pasar kaget,” ujar Linda warga Puri Agung 2, blok C.

Begitu juga di jalan S Parman Seibeduk, tepatnya di depan Perumahan Rabhayu Asri juga dipenuhi dengan bangunan liar yang umumnya dijadikan lokasi usaha.

Warga pengguna lahan row jalan mengaku betah dan nyaman selama berjualan ataupun menjalankan usaha lainnya di sepanjang jalan itu. Tak ada rasa khawatir sedikitpun dalam benak mereka sebab selama ini memang belum ada teguran apapun dari instansi pemerintah terkait. Itu karena mereka membeli kios tersebut dari warga ataupun oknum perangkat RT/RW setempat.

“Kami beli. Selama ini juga belum ada teguran,” kata Diana, pedagang di kios tersebut.

Lokasi lain yakni terlihat di bukit Mangsang, atau berada di sekitar Perumahan Puriagung IV. Hampir puluhan rumah liar berdiri di atas bukit tersebut. Semakin hari bukit itu gundul karena pembangunan kios liar.

“semakin banyak penghuninya. Warga yang digusur pindah di sana,” ujar Rahmawati, warga Seibeduk lainnya. (une)