Iklan
ilustrasi

batampos.co.id– Pedagang yang ingin berjualan di Pasar Seroja Sagulung akan diseleksi. Hal ini untuk menghindari kemungkinan memasukan pedagang berdasarkan faktor kedekatan, ini dilakukan mengingat pasar tersebut diminati kelurahan setempat ingin mengelola pasar ini.

“Ada tim seleksinya, aturannya kami akan siapkan,” kata Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam Zulkarnain, kemarin.

Ia mengatakan, belum lama ini pihak kelurahan Seipelungut dan LPM kelurahan tersebut mengajukan diri untuk mengelola pasar yang mulai dihidupkan kembali tahun ini setelah bertahun-tahun mangkrak tersebut.

“Mereka sampaikan berminat, kami persilahkan ajukan dulu. walau mereka kelola, tapi kontrol tetap di Disperindag,” ucapnya.

Rencananya, pasar tersebut akan terisi sebelum bulan Ramadan tahun ini. Selain pada lahan pasar, ada fasum yang berdiri tepat disamping pasar tersebut namun masih milik BP Batam. Kini Pemko Batam sedang ajukan pengelolaannya ke BP Batam.

“Daripada kemarin (sebelum gotong royong pembersihan) kayak hutan,”imbuhnya.

Pasar yang dibangun pada tahun 2006 lalu itu hanya tersedia 40 meja jualan atau lapak. Jumlah ini tentu tidak mampu menampung PKL sekitar lokasi, walau belum dapat data resmi Disperindag memperkirakan PKL sekitar wilayah tersebut mencapai ratusan.

“Jelas tidak tertampung kalau hanya di pasar itu,” ucap dia.

Namun demikian, berdekatan langsung dengan pasar ada area fasum atau fasos. Area tersebut dibidik untuk dimanfaatkan jadi tempat baru PKL. “Kalau fasum itu dipakai, bisa ratusan yang tertampung,” tambahnya. (adi)

Advertisement
loading...